Rahasia Datangnya Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi lailatul qadar
Sumber :
  • vstory

VIVA – Malam Lailatul Qadar merupakan sebuah malam yang begitu mulia dan penuh dengan keistimewaan serta keutamaan. Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. 

img_title Saat Dunia Terasa Melelahkan, 5 Doa Malam Ini Bisa Menjadi Pengingat untuk Kembali Berserah Diri kepada Allah

Datangnya malam Lailatul Qadar yaitu terjadi di antara 10 malam terakhir Ramadhan dan akan berjatuhan di malam-malam ganjil. Tidak heran jika pada 10 malam terakhir Ramadhan, banyak umat Muslim meningkatkan kualitas ibadahnya serta melakukan segala perintah Allah SWT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya itu, banyak orang yang juga berbondong-bondong mendatangi masjid pada waktu malam hingga dini hari. Namun nyatanya, untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar tidaklah mudah. Hanya orang-orang pilihan Allah SWT saja yang diberi kenikmatan tersebut.

img_title BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini, Malam Diguyur Hujan, Jaksel yang Paling Deras

Al-Faqih berkata bahwa Muhammad bin Al-Fadl menceritakan kepada kami dengan sanadnya dari Al-Hasan. Ia mengatakan pada saat orang-orang sedang bertengkar, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam keluar kemudian bersabda mengenai malam lailatul qadar.

“Aku datang bermaksud untuk memberi tahu kepadamu tentang lailatul qadar, hanya saja aku khawatir kamu akan bersandar padanya dan barangkali akan menjadi lebih baik. Carilah lailatul qadar itu pada malam tanggal 21, 23, 25, 27, dan pada malam terakhir.” Ucap Nabi Muhammad SAW kepada Muhammad bin Al-Fadl.

img_title Penumpang Keluhkan Bau Tak Sedap di Bus Malam Koridor 8, Transjakarta Langsung Sweeping

Kemudian, Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wassalam menjelaskan mengenai tanda-tanda dari malam lailatul qadar. “Tanda-tandanya, yaitu bahwa malam itu udaranya terang, tidak panas dan tidak dingin, dan pagi harinya, matahari terbit dengan cahaya yang tidak tajam. Barang siapa yang menghidup-hidupkan malam itu dengan iman dan mengharapkan ridha Allah, maka Allah ampuni dosanya yang sebelum itu.”

Dalam menyempurnakan ibadah puasa selama bulan suci Ramadhan, Rasulullah SAW mempersyaratkan iman dan mengharapkan adanya keridaan Allah dalam berpuasa pada siang hari maupun malam hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di mana, iman sendiri merupakan sebuah pembenaran terkait adanya pahala yang dijanjikan Allah pada umatnya. Jika umat Muslim sungguh benar-benar mengharapkan pahala, maka baiknya ikhlas, tulus, dan khusyuk dalam melaksanakan ibadah puasa.

“Wahai Tuhanku, Engkau telah menjamin pahala bagi orang yang tertimpa musibah baik di dunia maupun di akhirat. Wahai Tuhanku, seandainya Engkau menolak puasa ini kepada kami, janganlah kami terhalang untuk memperoleh pahala musibah, wahai Dzat yang terkenal dengan kebaikan-Nya.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut