7 Fakta Sungai Nil yang Jarang Diketahui, Nomor 6 Tak Disangka
- U-Report
Hal ini terus terjadi sepanjang 300 km, seolah-olah mengarah ke Afrika Tengah, bukan Mesir. Aliran Sungai Nil akhirnya kembali ke jalurnya dan melintasi Mesir sebagai salah satu sungai paling terkenal dan berpengaruh di dunia.
Tapi mengapa Nil mengambil jalan memutar terlebih dahulu? Dikenal sebagai “Great Bend”, fenomena ini disebabkan oleh formasi batuan bawah tanah yang disebut Nubian Swell. Dibentuk oleh pengangkatan tektonik selama jutaan tahun, Nubian Swell memicu bentuk jalur Sungai Nil yang unik.
6. Sungai Nil merupakan surga bagi satwa liar
Manusia hanyalah salah satu dari banyak spesies yang bergantung pada Sungai Nil. Di daerah hulu Sungai Nil Putih terdapat hutan hujan tropis dengan berbagai keanekaragaman hayati yang meliputi pohon pisang, bambu, kopi, kayu hitam, dan lainnya.
Sungai Nil juga membentuk rawa yang luas di dataran Sudan selama musim hujan, terutama di daerah Sudd di Sudan Selatan, yang membentang hampir 260.000 km persegi. Vegetasi semakin jarang saat Nil bergerak ke utara, hingga akhirnya semuanya menghilang saat tiba di padang pasir.
Salah satu tanaman Nil yang paling terkenal adalah papirus, tumbuhan air berbunga yang tumbuh sebagai alang-alang tinggi di air dangkal. Papirus digunakan orang Mesir kuno untuk membuat kertas, tali, tikar dan bahan anyaman lainnya.
Papirus pernah menjadi bagian umum dari vegetasi asli sungai, dan meskipun masih tumbuh secara alami di Mesir, dilaporkan kurang umum di alam liar saat ini. Seperti kehidupan tumbuhannya, hewan yang hidup di dalam dan sekitar Sungai Nil juga amat beraneka ragam
Terdapat banyak ikan seperti lele, belut, ikan moncong gajah, lungfish, nila, dan tigerfish hidup di Nil. Begitu pula dengan banyak burung yang menjadikan Sungai Nil sebagai sumber daya penting bagi kehidupan dan bagian dari rute migrasi mereka.
Sungai Nil juga dihuni beberapa spesies hewan besar, seperti kuda nil, yang dulunya umum di sebagian besar sungai, tetapi sekarang sebagian besar mendiami Sudd dan daerah rawa lainnya di Sudan Selatan. Terdapat pula penyu bercangkang lunak, kobra, mamba hitam, ular air, dan tiga spesies biawak yang dilaporkan memiliki panjang rata-rata 1,8 meter.