13 Filsuf Yunani sebelum Socrates Paling Berpengaruh

Filsuf besar Jerman, Friedrich Nietzsche.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Filsuf Yunani sebelum Socrates, Aristoteles dan Plato sejauh ini adalah filsuf Yunani paling terkenal dan umumnya dikaitkan dengan periode klasik Yunani. Namun, para tokoh ini berutang banyak kepada serangkai pemikir atau filsuf yang hidup pada abad ke-6 dan ke-5 SM yang dikenal sebagai Filsuf Pra-socrates.

img_title Yunani Bersiap Hadapi Puncak Gelombang Panas 41 Derajat Celcius

Pada artikel kali ini, Viva menelusuri melalui berbagai sumber mengenai 13 filsuf Pra Sokrates terpenting dari Yunani kuno, sebagai berikut;

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Thales (625 - 546 SM)

img_title Filsuf Kenamaan Jerman Jurgen Habermas Tutup Usia

Thales tertarik pada filsafat alam. Aristoteles menganggap Thales sebagai filsuf pertama dalam tradisi Yunani dan konsekuensi dari kanon barat.

Thales datang dengan sistem di mana air adalah asal dari semua materi. Selain itu, ia terkenal meramalkan gerhana matahari 585 SM dan memperkenalkan geometri dari Mesir ke Yunani, serta penemuan lainnya. Thales menghitung ketinggian piramida Mesir dan jarak kapal dari pantai menggunakan geometri. Dia juga dikaitkan dengan mengembangkan 'Teorema Thales.'

img_title Kapal Tanker Yunani Tembus Selat Hormuz di Tengah Ancaman Iran, Bawa 1 Juta Barel Minyak Saudi

Seperti kebanyakan pra-sokrates, dan terutama yang berasal dari Miletus, Thales bukan hanya seorang filsuf tetapi seorang individu yang mencari pengetahuan di setiap sudut yang bisa dia dapatkan. Dia adalah seorang matematikawan, astronom, insinyur, dan banyak lagi.

2. Anaximander (610 – 546 SM)

Anaximander, seorang murid Thales. Anaximander adalah salah satu filsuf pertama yang menulis buku. Seperti Thales, dia juga tertarik pada banyak bidang yang berbeda. Dia dikaitkan dengan penemuan gnomon.

Anaximander juga dianggap sebagai orang pertama yang menggambar peta dunia. Dia tidak setuju dengan gurunya tentang substansi dasar alam semesta.

Sementara Thales percaya bahwa segala sesuatu keluar dari air, Anaximander menghubungkan semuanya dengan Apeiron (secara harfiah diterjemahkan sebagai "yang tak terbatas"). Ini adalah entitas abstrak yang melahirkan segalanya dan merupakan tempat di mana segala sesuatu kembali.

Anaximander juga orang pertama yang menggunakan istilah arche (awal) dalam konteks filosofis. Selain itu, ia berspekulasi bahwa hewan dan manusia berevolusi dari hewan lain yang hidup di air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Anaximenes Of Miletus (586 – 526 SM)

Anaximenes adalah Milesian ketiga di antara para filsuf Yunani sebelum Socrates. Dia adalah murid Anaximander dan juga seorang monist. Dimana Thales melihat air dan Anaximander the Apeiron, Anaximenes melihat udara, yang menurutnya adalah arche (awal) dari segala sesuatu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut