Hukum Haji Menggunakan Uang Haram, Ini Penjelasan NU

Umat Islam melakukan Tawaf keliling Kakbah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umroh di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aji Styawan

VIVA Edukasi – Haji merupakan ibadah maliyah dan badaniyah. Dalam jemaah haji harus berjalan saat thawaf, sai, melontar, dan berpindah-pindah lokasi manasik. Karenanya kesegaran tubuh kondisi yang fit, kekuatan fisik sangat diperlukan.

img_title Kemenhaj Sebut Warga Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Pendapat Pakar Hukum Islam

Selain itu kekuatan finansial juga sangat diperlukan. Karena dalam ibadah haji, jemaah memerlukan biaya transportasi, konsumsi, penginapan, dan biaya lain sebagainya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu bagaimana dengan jemaah yang membiayai ongkos dan perbekalan hajinya dengan harta yang diperolehnya dari jalan yang haram?

img_title Wamenhaj Bilang Warga Beragama Kristen hingga Hindu Bakal Dilibatkan jadi Petugas Haji

Jemaah haji menerapkan social distancing saat melaksanakan tawaf qudum

Photo :
  • Twitter @HajMinistry

Pemahaman Madzhab Hanafi, Maliki dan Syafi’i

img_title Pengumuman Daftar Calon Haji Berhak Lunas, Ini Laman Resmi Kemenhaj untuk Cek Nama

Mengutip laman Islam NU, Bagi madzhab Hanafi, Maliki, dan Syafi’i, haji yang dibiayai dengan harta yang haram tetap sah meskipun ia berdosa atas kesalahannya memperoleh harta haram itu.

Kalangan Hanafi, maliki, dan syafi’i mengeluarkan argumentasi bahwa haji itu sendiri adalah kunjungan ke tempat-tempat istimewa dalam agama. Dan itu tidak dilarang. Yang dilarang agama itu adalah menggunakan harta yang haram itu seperti untuk keperluan haji, jadi keduanya tidak berkaitan sama sekali.

NU menjelaskan, jika menggunakan uang haram kewajiban orang tersebut untuk berhaji telah gugur, namun manasik haji tidak diterima dan tidak mendapatkan pahala dari Allah. Hal ini sama seperti orang sembahyang tetapi riya, atau berpuasa tetapi mengghibah. Semuanya tidak diganjar pahala.

Pemahaman Madzhab Hanbali

Berbeda dengan pendapat madzhab Hanbali yang menyatakan ibadah haji bila dibiayai dengan harta yang haram hukumnya tidak sah. Karenanya jamaah yang menunaikan ibadah haji dengan harta yang haram masih tetap berkewajiban untuk menunaikan ibadah haji di tahun-tahun selanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih jelasnya NU memaparkan, madzhab Hanbali sepakat harta haram tidak dapat digunakan untuk melaksanakan ibadah termasuk haji, maka, jika ada Jemaah melaksanakan haji menggunakan harta yang haram ia diharuskan mengulang kembali hajinya di tahun-tahun yang akan datang dengan harta yang halal.

Madzhab Hambali sepakat hal-hal batil tidak dapat dicampurkan dengan ibadah. Berangkat dari penjelasan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa haji maupun ibadah lainnya adalah perintah Allah yang harus dilakukan menggunakan segala yang suci.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut