Patut Dicontoh, 6 Keteladanan Nabi Ibrahim dan Keluarga
5. Berserah diri kepada Allah
Pada peristiwa di mana Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail yang masih bayi di Mekah yang tandus dan tiada sumber air. Karena takwa dan tawakal yang tertanam kuat di hati Ibrahim dan Hajar, akhirnya Ibrahim meninggalkan keduanya karena menjalankan perintah Allah, dan Hajar rela ditinggal di tempat itu.
6. Menjalankan perintah Allah seberat apapun risikonya
Terbukti ketika Allah mewahyukan Ibrahim lewat mimpi, untuk menyembelih putra yang sangat ia cintai (Ismail), tanpa ragu ia bersegera menjalankan perintah itu.
Lalu dengan kemantapan dan keteguhan hati, Nabi Ismail menjawab dengan jawaban yang menunjukkan bahwa kecintaannya kepada Allah jauh melebihi kecintaannya kepada jiwa dan dirinya sendiri
“Ismail menjawab: “Wahai ayahku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, in sya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS ash-Shaffat: 102).
Sayyidah Hajar, sang ibu juga dengan kelapangan jiwa menyilakan Nabi Ibrahim bersegera menjalankan perintah itu. Inilah sebuah potret keluarga saleh yang lebih mengutamakan perintah Allah dibandingkan dengan apapun selainnya.