BRIN Usul Riset Deteksi dan Pengobatan Cacar Monyet

Cacar monyet
Sumber :
  • times of india

VIVA Edukasi – Peneliti Pusat Riset Kedokteran dan Praklinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zulvikar Syambani Ulhaq merekomendasikan beberapa potensi penelitian untuk menghadapi dan mengantisipasi cacar monyet seperti pengembangan deteksi cepat dan evaluasi efektivitas pengobatan cacar monyet.

img_title Prabowo Minta BRIN Kembangkan Teknologi Atasi Karhutla

"Karena sejauh ini kasusnya belum ada, mungkin akan agak sedikit susah untuk mengembangkan penelitian-penelitian tersebut. Akan tetapi, kita perlu mempersiapkan potensi-potensi apa yang bisa kita kembangkan," kata Zulvikar dalam Webinar Talk to Scientists (TTS) bertemakan Cacar Monyet, Darurat Kesehatan Global, dan Apa yang Perlu Kita Ketahui,” Senin (1/8)..

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zulvikar mengatakan riset terkait penyakit cacar monyet penting untuk dilakukan. Potensi penelitian yang dapat dikembangkan antara lain gambaran klinis, deteksi kasus dan sekuensing.

img_title Megawati Soroti Salju Abadi di Gunung Grasberg, Sebut Bisa Habis 3 Tahun Lagi

Ranah riset lain yang dapat dikembangkan adalah pengembangan deteksi in house atau deteksi cepat, evaluasi efektivitas vaksin dan pengobatan, serta pengembangan obat pemulihan usai menderita cacar monyet.

Jika ada kasus cacar monyet ditemukan di Indonesia, maka perlu mencatat gambaran klinis yang ditemukan pada pasien-pasien tersebut, dan melakukan sekuensing PCR untuk mengetahui ada tidaknya mutasi pada virus Monkeypox penyebab cacar monyet.

img_title BRIN Kaji Usulan Ubi Dijadikan Alat untuk Padamkan Karhutla

Ia menuturkan pengembangan deteksi cepat cacar monyet berpotensi besar untuk dilakukan karena saat ini belum banyak alat deteksi cacar monyet yang tersedia.

Penelitian lain yang bisa dikembangkan dengan bekerja sama dengan Kementerian kesehatan adalah evaluasi efektivitas vaksin, pengobatan antivirus dan pengobatan lain terhadap cacar monyet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada sejumlah orang yang sembuh dari cacar monyet, terdapat bekas luka akibat lesi yang pecah dan membentuk krusta, sehingga penelitian pengembangan obat pemulihan pasca-menderita cacar monyet berpotensi untuk dilakukan.

"Setelah pasien sembuh, kemudian terjadi bekas luka, kita bisa mengembangkan sesuatu untuk menyamarkan luka-luka tersebut, jadi itu adalah salah satu potensi yang sangat besar yang bisa kita kembangkan di penelitian," tuturnya. (antara)

Petigas mengamankan WNA yangenyelundupkan narkoba ke Bali

Marak Pelanggaran WNA di Bali, DPR Desak Imigrasi Evaluasi Sistem Pengawasan

Mafirion meminta Dirjen Imigrasi mengevaluasi sistem pengawasan warga negara asing (WNA) di Bali, agar penindakan tidak bersifat reaktif setelah suatu pelanggaran terjadi

img_title
VIVA.co.id
30 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut