Universitas Bakrie Dukung Program Zero Waste dan Agrowisata di NTB

Universitas Bakrie dan Pemprov NTB bekerja sama mengelola sampah
Sumber :
  • Satria Zulfikar

Selain bekerja sama dalam pengelolaan sampah, Universitas Bakrie juga menawarkan NTB bekerja sama di bidang pendidikan.

img_title 3 Polisi Diciduk Polda NTB Terkait Kasus Narkoba, 2 Terbukti Positif Sabu

"Kami memilih NTB sebagai mitra kami. Kami siap pendampingan inovasi magot dan pengelolaan sampah. Kami juga tawarkan kerjasama bidang pendidikan. Kami ada program S1 dan S2," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, mengatakan sangat bahagia berada di forum yang diselenggarakan Universitas Bakrie. Apalagi sama-sama memiliki ikhtiar mewujudkan NTB yang bebas dari sampah.

img_title Jaksa Melawan, Bakal Tempuh Kasasi Vonis Bebas 3 Anggota DPRD NTB

"Saya sangat bahagia berada di forum ini karena ini bagian ikhtiar kami mewujudkan NTB bersih dan NTB hijau," katanya.

Dia mengatakan program bebas sampah atau nol dedoro (sampah bahasa Sasak) tidak mudah dan memiliki hasil bersifat jangka panjang.

img_title Ketua Komisi IV DPRD NTB Hamdan Kasim Divonis Bebas dari Kasus Gratifikasi

"Beda dengan program infrastruktur yang bisa kita lihat hasilnya enam atau satu tahun," ujarnya.

Rohmi mengatakan memang sudah ada program BFS di NTB, namun itu sejauh ini belum menjadi industri. Hanya bersifat pengelolaan sampah biasa. Dia berharap ke depan semua kabupaten dan kota memiliki rumah magot.

"Karena sebenarnya penanganan sampah itu jadi tanggungjawab kabupaten kota, bukan Pemprov. Kita harus mengelola sampah organik ini, karena bisa jadi sumber penyakit jika tidak ditangani," kata kakak kandung TGB Zainul Majdi ini.

Dia berharap masyarakat jika melihat ada tumpukan sampah untuk bisa sadar dan bisa membersihkan sendiri tanpa menunggu pemerintah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menjelaskan telah membentuk 99 desa wisata di NTB agar nantinya fokus mengelola sampah.

"Strategi kita mendorong desa wisata agar semua fokus. Di tempat kita didatangi banyak orang, tidak boleh kotor, masyarakat tidak boleh sakit-sakitan, dan tentu harus pintar," ujarnya.

Ilustrasi anak terintimidasi.

Polisi Turun Tangan Selidiki Dugaan Intimidasi Terhadap WNA di Pelabuhan Bangsal

Kepolisian Resor Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyelidiki dugaan aksi intimidasi sejumlah warga terhadap warga negara asing (WNA) di kawasan Pelabuhan Bangsal

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut