Kemendikbudristek Ajak Guru Manfaatkan Platform Merdeka Mengajar

ilustrasi guru mengajar
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ampelsa

VIVA Edukasi – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengajak guru agar memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk mengenal lebih jauh soal kurikulum merdeka.

"Kami ingin ajak bapak dan ibu guru tidak takut mencoba, kemudian didiskusikan, dan dibagikan," kata Muhammad Zamrud Al Firdaus dari Tim Ahli Teknologi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek dalam webinar Bincang SMA: Pentingkah PMM Bagi Guru? yang diikuti di Jakarta pada Senin (24/10).

img_title Nasib Guru dan Nakes saat Gaji PPPK Rp23 Triliun Ditanggung APBN, Tapi Uang yang Turun ke Daerah Lambat

Literasi digital.

Photo :
  • Freepik

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan bahwa di dalam Platform Merdeka Mengajar terdapat beberapa fitur yang sangat bermanfaat untuk membantu guru dalam belajar, salah satunya fitur Pelatihan Mandiri yang terdiri atas empat menu utama yakni Seri Pelatihan, Webinar Pelatihan Mandiri PMM, Daftar Topik, dan Aksi Nyata.

"Yang terbaru ini ada Seri Pelatihan yang membantu ibu dan bapak guru mengaitkan antar topik. Misalnya 'Menciptakan Kelas Merdeka Belajar', jadi perlu topik apa saja sih untuk menciptakan kelas merdeka belajar ini," ujar Zamrud.

Menurut Zamrud, Platform Merdeka Mengajar sangat mudah digunakan sebab didesain sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan masing-masing guru saat belajar.

"Jadi seluangnya waktu, tidak diburu waktu, seluangnya saja. Misalnya direncanakan dalam minggu ini kira-kira akan selesai berapa modul atau topik," ujarnya.

Adapun topik-topik yang direkomendasikan agar guru dapat mengimplementasikan kurikulum merdeka, kata Zamrud, adalah mulai dari Merdeka Belajar, kemudian Kurikulum, Perencanaan Pembelajaran, Asesmen, lalu topik Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid.

Ia mengatakan, guru tidak harus menyelesaikan satu topik penuh terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke topik berikutnya.

Selain itu, alur belajar juga tidak perlu berurutan. Misalnya setelah menyelesaikan topik Perencanaan Pembelajaran, guru dapat memilih untuk melanjutkan ke topik Asesmen atau topik Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid, tergantung kebutuhan belajar guru.

Zamrud juga mengatakan saat belajar melalui Platform Merdeka Mengajar, guru tidak akan belajar sendirian karena akan bertemu dengan rekan-rekan sejawat dari seluruh Indonesia, melalui fitur Komunitas.

Dengan fitur tersebut, kata dia, guru-guru yang ada dalam satu komunitas dapat saling berdiskusi serta berbagi praktik baik dan sarana belajar.

"Fitur ini bisa sekali diikuti bapak ibu guru, yang relevan dengan jenjangnya dan mata pelajarannya. Jadi, bisa mengikuti kegiatan yang ada di komunitas-komunitas tersebut," katanya. (ANTARA)

img_title Modus Guru Pesantren di Bekasi Lecehkan Santriwati, Korban Dibujuk untuk Ruqyah
Ilustrasi guru mengajar di sekolah.

Mendikdasmen Beri Kabar Baik Buat Guru Non-ASN, Tunjangan Cair Pekan Depan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan tunjangan guru non-aparatur sipil negara (non-ASN) yang mengalami keterlambatan ditargetkan mulai ditransfer pada pekan depan

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut