Wisuda USU Diikuti 2.232 Lulusan, Ini Pesan Rektor Muryanto Amin
- Istimewa
VIVA Edukasi – Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan wisuda diikuti 2.232 lulusan periode I Tahun Akademik 2022/2023, Senin, 21 November 2022. Wisuda ini, dipimpin langsung oleh Rektor USU, Dr Muryanto Amin di Auditorium USU, Medan, Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Rektor USU Muryanto Amin mengungkapkan pentingnya be educated dan menikmati proses yang tidak pernah berhenti kepada para lulusan seperti tema wisuda periode kali ini dengan mengusung “Be EDUCATED: Never Stop Process”.
Menurut Rektor, kehidupan manusia saat ini berada pada titik kritis peradaban. Sebab, selama 100 tahun terakhir ini telah menyaksikan banyak momen kebesaran manusia dan belum pernah sebelumnya berada di dunia yang telah berubah begitu radikal secepat saat ini, berkat kemajuan teknologi.
Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Muryanto Amin, S.Sos.,M.Si
- B.S.Putra (Medan)
"Sayangnya, kehebatan itu harus dibayar dengan kesenjangan sosial, ekologis, dan spiritual yang dituliskan dalam agenda 17 pembangunan berkelanjutan. Berbagai negara berbicara sangat serius tentang Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan yang menyeimbangkan harmoni sosial-ekologis- spiritual," kata Muryanto.
Selain itu, ia mengatakan saat ini dunia sedang berjuang dengan penyakit endemik dan pandemi, perubahan iklim, perang, masalah kesehatan mental, dan bencana lainnya.
"Sehingga tindakan kolektif dan kolaborasi inklusif antara negara dan ekosistem global menjadi lebih penting dari sebelumnya," ucap Muryanto.
Rektor menjelaskan, dampak penting dari situasi tersebut, maka dalam diri sendiri harus selalu mengajukan pertanyaan apa kontribusi dan solusi USU atas tantangan menjaga keseimbangan dunia untuk isu kesehatan, ekonomi hijau dan biru, dan inklusi digital.
"Untuk mewujudkan masa depan bersama, kita membutuhkan pengetahuan masa depan agar dasar penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi baru yang melahirkan inovasi berdampak positif bagi alam semesta dan umat manusia. Pengetahuan masa depan mengintegrasikan penginderaan masa depan kita dengan kepala, hati, dan tangan (pikiran, tubuh, jiwa). Proses ini memerlukan solusi ego-ke-ekosistem yang selaras dengan sains dan seni," terangnya.
Oleh karena itu, Rektor menyampaikan, di sinilah pentingnya pendidikan untuk memberikan makna bahwa be educated (terdidik) merupakan proses yang tidak akan pernah berhenti.
"Menjadi terdidik akan memudahkan kita, melakukan dialog antargenerasi untuk menyelaraskan aspirasi dan pengetahuan bersama sehingga kita dapat mewarisi bumi yang berkelanjutan untuk generasi mendatang. Oleh karena itu, be educated bukan hanya diartikan dalam pendidikan formal di ruang kelas saja. Tetapi harus terus dipelihara dalam setiap detik nafas kita ketika berinteraksi antar sesama manusia dan alam semesta. USU dan alumninya harus berperan memberikan ruang pemikiran dan tindakan sebagai pemimpin muda, inovator, praktisi, akademisi kepada seluruh aktor kunci untuk berdialog dan mengambil bagian dalam perjalanan mewujudkan masa depan kita bersama yang bahagia," urainya.