Doa Rasulullah SAW Saat Terjadi Badai dan Hujan Dahsyat

Sejumlah pekerja berjalan dengan latar belakang awan mendung di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 27 Desember 2022, menyusul peringatan BMKG tentang potensi hujan lebat.
Sumber :
  • ANTARA/Aprillio Akbar

VIVA Edukasi – Potensi banjir besar yang dipicu hujan ekstrem dan badai dahsyat ini diperkirakan masih melanda sejumlah wilayah Jabodetabek. Hal ini sebagaimana disampaikan Erma Yulihastin, Peneliti Klimatologi, pada Pusat Riset Iklim, dan Atmosfir, BRIN, dalam unggahannya di Twitter yang menyatakan hujan lebat pada, Rabu 28 Desember 2022 kemarin.

img_title BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Sejumlah Kota Besar di Indonesia, Termasuk Jakarta

Menanggapi hal itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merujuk dari berbagai parameter dan menyatakan fenomena alam tersebut diperkirakan tidak akan terjadi. Jika saja terjadi hujan intensitasnya tidak tinggi hanya sedang hingga lebat dan tidak pula akan terjadi badai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi berdoa

Photo :
  • U-Report

img_title KPK Panggil 4 Pegawai BNPB soal Korupsi Dana Siap Pakai Bencana, Sitaan Rp5,47 Miliar Diusut

Meskipun demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada dengan segala potensi bencana hidrometeorologi di penghujung tahun 2022.

Terlepas dari terjadinya atau tidaknya fenomena alam ini, Rasulullah SAW melarang doa ketika terjadi badai dahsyat dan hujan ekstrem. Tujuan dari doa tersebut tiada lain agar kita selamat dari bencana yang disebabkan dua hal itu.

img_title Bawalah Payung Rabu Ini, BMKG Prakirakan Seluruh Jakarta Diguyur Hujan

Berikut ini penjelasan tentang doa ketika terjadi hujan lebat dan angin kencang sebagaimana mengajarkan Rasulullah SAW.

Doa Rasulullah SAW Saat Terjadi Badai dan Hujan Dahsyat

Ilustrasi berdoa

Photo :
  • Pixabay

Muslim mengajarkan untuk senantiasa mengatasi doa ketika terjadi cuaca buruk seperti hujan deras, badai atau semacamnya. Rasulullah SAW berdoa ketika terjadi hujan deras. Beliau SAW berdoa demikian:

"Allahumma hawalaina wala 'alaina. Allahumma 'alal akami, wal jibali, wal ajami, wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wamanabitis syajari."

Artinya: ”Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami, jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR Bukhari Muslim)

Berdoa.

Photo :
  • U-Report

Sedangkan ketika terjadi bencana besar seperti badai, angin puting beliung, gempa, hujan lebat, atau bencana lainnya, Rasulullah SAW melarang untuk tidak mengutuk cuaca tersebut dan mohon kebaikan kepada Allah SWT serta mintalah perlindungan kepada-Nya atas peristiwa yang terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam situasi di tengah bencana seperti yang dipaparkan tersebut, Rasulullah SAW berdoa:

Allahumma innii as’aluka khairahaa, wa khaira maa fiihaa wa khaira maa arsalta bih, wa a’udzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bih. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut