ILUNI FTUI Bangun dan Rehab Sekolah Terdampak Gempa di Cianjur

ILUNI FTUI Bangun dan Rehab Sekolah Terdampak Gempa di Cianjur
ILUNI FTUI Bangun dan Rehab Sekolah Terdampak Gempa di Cianjur
Sumber :
  • ANTARA

VIVA Edukasi – Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI) melalui Sekolah Indonesia Cepat Tanggap (SICT) melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah yang terdampak akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Pembangunan telah mulai dilaksanakan melalui peletakan batu pertama, yang pembangunannya pada 5 Januari 2023 di kawasan Kecamatan Cugenang dan  diharapkan dalam 3-4 minggu ke depan akan berdiri 1 dari 3 sekolah yang direncanakan," kata anggota Iluni FTUI AT. Agung di Depok, Sabtu (7/1).

ILUNI FTUI Bangun dan Rehab Sekolah Terdampak Gempa di Cianjur

ILUNI FTUI Bangun dan Rehab Sekolah Terdampak Gempa di Cianjur

Photo :
  • ANTARA

Ia mengatakan sebagaimana laporan BNPB ada ratusan sekolah yang hancur akibat gempa, termasuk yang terparah di sekitar Kecamatan Cugenang, di mana saat tim SICT melakukan survei lapangan, kondisinya hanya tinggal puing bangunan yang masih menumpuk, ditambah hujan yang terus turun.

Dikatakannya di antara ratusan sekolah yang hancur ada 220 PAUD yang terdampak hingga mengakibatkan proses pembelajaran cukup terganggu, terutama saat penilaian akhir semester (PAS) yang harus dilaksanakan di dalam tenda darurat.

Oleh karena itu, kata AT Agung, pembangunan dan rehabilitasi sekolah menjadi urgen, serta tentu saja akan sangat tergantung dari partisipasi pihak sponsor maupun CSR perusahaan yang ambil peran untuk berkontribusi.

Tim gabungan evakuasi korban gempa bumi Cianjur, Jawa Barat.

Tim gabungan evakuasi korban gempa bumi Cianjur, Jawa Barat.

Photo :
  • Mabes Polri

 
Sementara itu penggagas SICT Prof Yandi Andri Yatmo dan Prof Paramita Atmodiwirjo, sosok suami-isteri guru besar dari Klaster Perancangan Departemen Arsitektur FTUI terus berkolaborasi dengan ILUNI FTUI, ILUNI Arsitektur FTUI, APC-ILUNI UI serta FUSI Foundation.

Menurut Yandi Andri Yatmo,  SICT merupakan sebuah inisiatif dari FTUI dalam rangka pemulihan kembali fasilitas pendidikan pasca bencana.

Ia menjelaskan program ini sejatinya telah diimplementasikan sejak tahun 2018 pada berbagai wilayah yang terdampak bencana, seperti Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat serta Palu, Sulawesi Tengah dengan total 8 lokasi sekolah, sebagaimana dapat ditelusuri dari https://linktr.ee/sekolahindonesia.

Pada tahun 2019 lalu, lanjutnya, inisiatif bangunan SICT Tanggap Bencana ini secara tidak terduga memperoleh penghargaan internasional, yakni FuturArc Green Leadership Award.

Keunggulan dari proyek SICT sebagaimana dikemukakan oleh para juri FuturArc Green Leadership Award, terletak pada kepekaan dalam penggunaan material bangunan yang sederhana serta murah namun dapat menghasilkan rancangan arsitektur yang elegan.

"Desain modular yang diterapkan mampu menawarkan tidak hanya kecepatan konstruksi namun juga merupakan upaya melakukan upgrade terhadap kualitas lingkungan pembelajaran," katanya.

SICT yang telah dibangun, kata dia, mengupayakan hadirnya lingkungan belajar yang menyenangkan bagi anak-anak melalui penyediaan beragam ruang untuk belajar dan bermain.

Selain itu, SICT mempunyai pendekatan khusus dalam perancangannya, yakni pertama, sistem Modular Perancangan berbasis modul yang fleksibel untuk penyesuaian terhadap kebutuhan ruang, kondisi site, dan ketersediaan material.

Kedua, Plug & Play hubungan antarunit kelas, ruang luar dan ruang lainnya dapat dikomposisikan sesuai program belajar.

Ketiga, komponen rancangan berbasis komponen material guna mencapai efisiensi konstruksi.

Keempat, ekosistem belajar menyediakan lingkungan yang menyenangkan untuk berbagai kegiatan belajar secara terintegrasi, kata Yandi Andri Yatmo.

Rangkaian peletakan batu pertama pembangunan SICT Cianjur tahap satu pada Kamis (5/1) 2023 yang dilaksanakan sekaligus merupakan pemetaan dan pengukuran lapangan untuk beberapa lokasi sekolah lainnya yang diproyeksikan untuk menjadi lokasi SICT tahap berikutnya.

"Semoga para pegiat pendidikan, para pemangku kepentingan maupun donatur/sponsor berkenan terus ambil bagian dalam tahap krusial seperti saat ini, hingga para murid dan pengajar bisa bersama-sama untuk kembali bangkit dari trauma musibah yang mungkin masih tersisa," demikian AT.Agung. (ANTARA)