Bejat! Pegawai Kampus Univet Semarang Lecehkan 5 Mahasiswi
- Didiet Cordiaz
VIVA Edukasi – Lima mahasiswi Universitas Ivet (Univet) Semarang menjadi korban pelecehan. Mirisnya, aksi bejat itu dilakukan oleh pegawai kampus berinisial S.
Pria berumur 40 tahun itu bahkan mengirimkan konten pornografi kepada korban melalui aplikasi chatting. Rektor Univet Tri Leksono Prihandoko menjelaskan, terungkapnya peristiwa cabul ini terjadi ketika lima korban melakukan pelaporan ke kanal aduan.
Sebelum melakukan pelaporan, para mahasiswa mendapatkan workshop untuk berani melawan aksi pelecehan yang diterima. "Sekitar akhir bulan Desember atau awal Januari kami mengadakan workshop tentang kekerasan seksual. Kami juga membentuk satgas kekerasan seksual, dan betul setelah acara ada 5 orang yang melapor," ujar Leksono di kantornya, Rabu (15/2).
Rektor Univet Tri Leksono Prihandoko (kanan) saat ditemui di kantornya
- Didiet Cordiaz
Ia mengatakan kelima korban merupakan anak penerima beasiswa. Namun sebenarnya belum terjadi pelecehan seksual secara fisik seperti menyentuh bagian sensitivitas tubuh korban.
"Seperti mancing, hubungan fisik tidak ada tapi hanya ngajak kencan. Tapi ada 1 anak yang melapor (pelecehan) bentuknya dari WhatsApp gambar-gambar yang tidak bagus yang menjurus ke pornografi," bebernya
Ia mengatakan, atas perilaku S, pihak kampus langsung memecat S dari pekerjaan tetapnya. Meski begitu, tidak dilakukan upaya hukum karena kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak
"Sudah dipecat, enggak kita bawa ke pidana karena memang masih bisa mediasi, kekeluargaan," terangnya
Di sisi lain, atas kejadian yang dialami, kondisi para korban juga telah stabil. Meski satu dari lima mahasiswi itu sempat ketakutan setiap kali bertemu S.
"Satu saja yang mengalami ketakutan, empat orang tidak masih aktivitas seperti biasa," paparnya.
Ia menegaskan, pihak kampus masih akan terus membuat kanal aduan bagi korban pelecehan seksual yang mungkin masih terjadi di kampus itu. "Pengaduan masih terus dibuka, siapapun pelakunya akan kami tindak tegas," imbuhnya. (Didiet Cordiaz/Semarang)