Buat Milenial, Ini Cara Dapat Cuan dari Daur Ulang Sampah

Sampah plastik siap didaur ulang
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Edukasi – STIE Kasih Bangsa berkolaborasi dengan Perumda Pembangunan Sarana Jaya menggelar webinar nasional untuk memperingati Hari Peduli Sampah.

img_title Mau Bisnis Makin Besar dan Cuan Terus Mengalir? Ini 3 Hal yang Tak Boleh Terlewat!

Salah satu yang mengisi acara yakni Founder dan CEO Komunitas Pelangi Nusantara Yanti Pelanusa bersama STIE Kasih Bangsa mengajak anak- anak muda dari seluruh Indonesia untuk mulai aware pada keuntungan sampah menjadi barang yang dapat bernilai. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yanti menceritakan pengalamannya dalam mendirikan komunitas pemberdayaan perempuan di Jawa Timur. Yanti menjelaskan bahwa Komunitas Pelanusa (Pelangi Nusantara) pertama kali hadir karena kerasahan yang ada di daerahnya. 

img_title 7 Game Penghasil Saldo Digital yang Layak Dilirik pada 2026, Cek Cara Mendapatkan Hadiahnya

Sampah plastik siap didaur ulang

Photo :
  • Istimewa

Kala itu, dia melihat tingginya angka pernikahan di Kabupaten Malang yang membuat banyak kaum perempuan sulit mendapatkan pekerjaan yang layak. 

img_title 5 Ton Sampah Menumpuk Setiap Hari di UI, Bisakah Kampus Jadi Lebih Ramah Lingkungan?

“Angka pernikahan di Kabupaten Malang cukup tinggi membuat banyak kaum perempuan sulit mendapatkan pekerjaan yang layak. Bahkan, daerah ini sempat menjadi kantong Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang di mana mereka pergi ke luar negeri tanpa keterampilan yang layak dan pulang dengan banyaknya masalah,” ucap Yanti dalam sebuah seminar webinar yang digagas bersama Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

“Kemudian saya bersama teman-teman berusaha ‘mengompori’ mereka untuk tidak perlu lagi menjadi TKW dan mengajarkan beberapa skill-skill yang bisa mereka serap. Kemudian di sinilah Pelanusa berperan untuk membantu wanita-wanita membuat kerajinan yang kini Alhamdulillah telah mendunia,” tambahnya. 

Ilustrasi daur ulang sampah.

Photo :
  • ist

Lanjut Yanti, Komunitas ini terus tumbuh dan mendapatkan banyak penghargaan yang dijadikan sebagai bonus usaha mereka selama ini. Meski demikian, Social business mandiri yang dilakukan mereka berhasil membuat ruang kreatif masyarakat dan barang-barang yang dihasilkan telah Go Export ke luar negeri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Budaya Zero Waste juga terus kita gaungkan meskipun tidak mudah mengurangi penggunaan plastic dengan memberi solusi menggunakan Reusable Bag yang fashionable dari karya tangan Pelanusa. Budaya ini terus dilakukan dan berjalan sampai saat ini,” tuturnya. 

Kunci utama Komunitas Pelanusa masih bergerak sustainable hingga saat ini, menurut Yanti karena adanya Green Economy. Optimalisasi sumber daya yang sudah tersedia dan sumber daya yang tergarap dengan serius dijadikan landasan bagi mereka untuk terus berkreasi. Ditambah lagi, mereka mengadopsi Triple Bottom Line yang terdiri dari tiga bagian, yakni sosial, lingkungan, dan keuangan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut