Ini Petunjuk Rasulullah Bagi Kehidupan Manusia Modern

Ilustrasi kehidupan.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Edukasi – Tak dipungkiri jika di era sekarang ini kehidupan manusia semakin maju dan modern, apalagi tekhnologinya yang semakin berkembang pesat. Hal ini pun mengantarkan manusia pada perubahan perilaku hidup yang sangat signifikan.

img_title Umat Muslim Tanah Air Terus Bertransformasi, dari Teknologi hingga Gaya Hidup Modern

Meski banyak manfaat atas kemajuan ini, justru manusia modern seolah kehilangan jadi diri, tak mengerti arah dan tujuan sebenarnya mengapa mereka diciptakan dan dilahirkan di dunia fana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masalah-masalah sosial banyak dilahirkan di era modern, seperti bergesernya nilai-nilai kemanusiaan yang semakin individualis, hedonis, dan materialistis.

img_title Teknologi AI Makin Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari, Pekerjaan Apa Saja yang Bisa Dibantu?

Ilustrasi gadget merenggut kehidupan.

Photo :
  • U-Report

Berkaitan krisis nilai inilah, Islam mengingatkan "sangkan paraning dumadi" (awal dan akhir penciptaan manusia). Artinya dari mana mereka diciptakan, untuk berbuat apa, dan kemana mereka akan kembali.   

img_title Saat Dunia Terasa Melelahkan, 5 Doa Malam Ini Bisa Menjadi Pengingat untuk Kembali Berserah Diri kepada Allah

Allah swt dengan tegas menyatakan dalam Al-Qur'an:  “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah  kepada-Ku.” (QS Ad-Dzariyat: 56).

Syekh Abul Abbas Ahmad bin Yusuf AsySyaibani Al-Kawasyi, dalam kitab Tafsir Kabirnya, seperti dikutip oleh Ibnu Allan dalam Dalilul Falihin mengatakan bahwa Allah tidak menciptakan makhluk dan tidak mengutus para Rasul secara main-main, akan tetapi mereka semua diciptakan karena tujuan yang sangat besar dan mulia, yaitu menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya. (Ibnu Allan, Dalilul Faihin, [Beirut,Darul Ma'rifah: 2004], juz I, halaman 33).

Lebih lanjut, dalam ayat berikutnya Allah menegaskan, “Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.” (QS Ad-Dzariyat: 57).

Manusia diciptakan bukan untuk mengumpulkan harta sebanyak-sebanyaknya, dan bukan diciptakan hanya untuk bersenang-senang. 

Penjelasan ini sangat jelas bahwa manusia diciptakan di dunia hanya dengan satu tujuan, yaitu untuk menyembah Allah swt. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, wajib bagi manusia untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah. Karena dunia hanya rumah sementara yang tidak kekal dan abadi. Allah menjelaskan, bagaimana dunia berubah dan menghilang dengan sangat cepat melalui firman-Nya: 

“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia adalah ibarat air yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah karenanya macam-macam tanaman bumi yang (dapat) dimakan oleh manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, terhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang. Lalu, Kami jadikan (tanaman)-nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu kepada kaum yang berpikir. Demikianlah hakikat kehidupan dunia yang berubah sangat cepat, silih berganti tanpa dapat dihindari. Maka manusia yang cerdas adalah mereka yang menjadikan kehidupan dunia ini sebagai ladang ibadah dan amal untuk bekal di akhiratnya. (QS Yunus: 24).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut