Apakah Selingkuh Merupakan Sebuah Penyakit?

Ilustrasi selingkuh.
Sumber :
  • Twitter/@RafazYunus

VIVA Edukasi - Kasus perselingkuhan kian marak dalam beberapa tahun terakhir yang melibatkan artis ternama. Banyak yang menyebut selingkuh adalah sebuah penyakit. Benarkah?

img_title Rekam Jejak Dewi Gita, Pernah Jadi Sinden OVJ Sejak 2010

Selingkuh merupakan fenomena yang sering kali terjadi dalam hubungan manusia. Beberapa orang menganggap bahwa selingkuh adalah suatu penyakit atau gangguan mental yang harus diobati, sementara yang lain menganggapnya sebagai pilihan moral yang buruk. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan yang berbeda terkait apakah selingkuh dapat dikategorikan sebagai penyakit atau tidak.

img_title Dewi Gita Terseret Rumor Perselingkuhan Andre Taulany, Identitas Sosok dalam Chat Jadi Sorotan

Selingkuh, yang biasanya terjadi ketika satu pasangan memiliki hubungan romantis atau seksual dengan orang lain di luar hubungan yang ada, telah menjadi topik yang kontroversial. 

Beberapa ahli dan individu berpendapat bahwa selingkuh dapat disebut sebagai penyakit atau gangguan mental yang membutuhkan intervensi medis atau psikologis. 

img_title Hari Keselamatan Pasien Sedunia, IPMG Soroti Urgensi Farmakovigilans untuk Pasien PTM

Namun, ada pula pandangan yang menyatakan bahwa selingkuh adalah suatu bentuk perilaku moral yang dipengaruhi oleh faktor-faktor pribadi dan situasional.

Ilustrasi selingkuh.

Photo :
  • Pixabay

Argumen yang menganggap selingkuh sebagai Penyakit berpendapat bahwa selingkuh dapat dikategorikan sebagai penyakit karena beberapa alasan berikut:

Kecanduan
Beberapa orang yang selingkuh mengalami kecanduan terhadap hubungan terlarang tersebut. Seperti kecanduan pada zat atau aktivitas tertentu, selingkuh dapat menghasilkan perilaku kompulsif yang sulit dihentikan tanpa intervensi profesional.

Gangguan Psikologis
Beberapa individu yang selingkuh mungkin memiliki gangguan psikologis yang mendasarinya, seperti gangguan kecemasan, depresi, atau rendahnya harga diri. Selingkuh dapat berfungsi sebagai mekanisme pelarian dari masalah internal yang dialami oleh individu tersebut.

Faktor Biologis
Beberapa penelitian telah mengidentifikasi faktor genetik yang dapat berkontribusi terhadap perilaku selingkuh. Dalam hal ini, dapat dianggap bahwa selingkuh memiliki dasar biologis dan oleh karena itu dapat dianggap sebagai penyakit.

Sementara argumen yang menyatakan selingkuh sebagai pilihan moral berpendapat bahwa selingkuh adalah pilihan moral yang buruk dan bukanlah penyakit. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alasan-alasan berikut dapat digunakan untuk mendukung pandangan ini:

Kesadaran dan Kebebasan
Selingkuh melibatkan kesadaran dan kebebasan individu untuk membuat keputusan. Sebagai manusia, kita memiliki kemampuan untuk memahami konsekuensi moral dari tindakan kita, dan oleh karena itu, selingkuh bisa dikategorikan sebagai keputusan moral yang buruk.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut