Mengungkap Alasan Mengapa Orang Eropa Suka Memakan Mumi Mesir

Ilustrasi mumi.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA Edukasi – Mengapa orang berpikir bahwa kanibalisme baik untuk kesehatan mereka? VIVA akan gambaran sekilas tentang celah-celah paling mengerikan dalam sejarah Eropa, pada saat orang Eropa terobsesi dengan mumi Mesir.

img_title Demo Besar Guncang Prancis hingga Belgia, WNI Diingatkan Tak Ikut-ikutan Turun ke Jalan

Dilansir dari Britanica, awalnya hal tersebut  didorong oleh keyakinan bahwa jasad manusia yang ditumbuk dan diawetkan dapat menyembuhkan apa saja, mulai dari wabah pes hingga sakit kepala.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi mumi.

Photo :
  • http://www.technocrazed.com

img_title Pemukim Israel Bertopeng Disebut Serang Diplomat Eropa Saat Memanen Zaitun

Kemudian oleh gagasan mengerikan orang-orang Victoria tentang hiburan setelah makan malam, mayat-mayat Mesir kuno yang dibalut dengan kain perban menjadi subjek yang menarik perhatian sejak Abad Pertengahan hingga abad ke-19. Nah, simak informasi lebih lanjutnya yang VIVA dapat berikan dilansir dari berbagai sumber sebagai berikut:

Mumi mania

img_title El-Sisi Tegaskan Dirinya Berakhir Jadi Presiden Mesir 2030, Tak Akan Ubah Konstitusi Demi Perpanjang Jabatan

Kepercayaan bahwa mumi dapat menyembuhkan penyakit mendorong orang selama berabad-abad untuk memakan sesuatu yang rasanya mengerikan.

Mumia, produk yang dibuat dari tubuh mumi, adalah bahan obat yang dikonsumsi selama berabad-abad oleh orang kaya dan miskin, tersedia di toko-toko apotek dan dibuat dari sisa-sisa mumi yang dibawa dari makam Mesir kembali ke Eropa.

Pada abad ke-12, apoteker menggunakan mumi yang digiling untuk mendapatkan khasiat obat tak biasa ini. Mumi adalah obat yang diresepkan selama 500 tahun berikutnya.

Di dunia tanpa antibiotik, para dokter meresepkan tengkorak, tulang, dan daging yang digiling untuk mengobati penyakit mulai dari sakit kepala hingga mengurangi pembengkakan atau menyembuhkan wabah.

Tidak semua orang yakin. Guy de la Fontaine, seorang dokter kerajaan, meragukan mumia sebagai obat yang berguna dan melihat mumi palsu yang dibuat dari petani yang sudah mati di Alexandria pada tahun 1564. Dia menyadari bahwa orang-orang bisa ditipu. Mereka tidak selalu mengkonsumsi mumi kuno yang asli.

Penjual Mumi Mesir

Photo :
  • Istimewa

Namun pemalsuan tersebut menggambarkan sebuah poin penting: ada permintaan konstan akan daging mati untuk digunakan dalam pengobatan dan pasokan mumi Mesir yang asli Apoteker dan dukun masih masih memberikan obat mumi hingga abad ke-18.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Obat mumi

Tidak semua dokter berpikir bahwa mumi yang kering dan tua merupakan obat terbaik. Beberapa dokter percaya bahwa daging dan darah segar memiliki vitalitas yang tidak dimiliki oleh mumi yang sudah lama mati.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut