Melawan Candu Gadget dengan Permainan Tradisional

Ilustrasi Festival Permainan Tradisional
Sumber :
  • Antara/Dewi Fajriani

Kampung Lali Gadget

img_title HP Oppo Find X10 vs Xiaomi 18 Pro Max: Adu Kamera, Performa, dan Fitur Flagship

Menghadapi ancaman kecanduan gadget pada anak, Achmad Irfandi, seorang pemuda yang berasal dari Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, meluncurkan sebuah program yang dikenal sebagai "Kampung Lali Gadget" (KLG) pada tanggal 1 April 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Motivasi kuat di balik inisiatif ini adalah keprihatinan pribadinya terhadap potensi bahaya kecanduan gadget yang dihadapi oleh anak-anak. Meskipun belum ada laporan kasus serupa di kampungnya, Irfandi memutuskan untuk bertindak proaktif dan mencegah potensi bahaya ini agar tidak merasuki lingkungan tempat tinggalnya.

img_title Miss Tionghoa Indonesia 2026 Kembali Digelar, Kemenbud: Jadi Perisai Negara di Tengah Masuknya Budaya Asing

Program KLG difokuskan pada upaya konservasi budaya dengan tujuan mempopulerkan permainan tradisional sebagai alternatif yang efektif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari gadget. Dalam pelaksanaannya, Irfandi berhasil merekrut sejumlah pemuda dari Desa Pagerngumbuk dan wilayah sekitarnya untuk bergabung dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Mereka memainkan peran kunci sebagai perencana, fasilitator edukasi, dan pendamping dalam program ini.

Kegiatan yang dijalankan dalam program KLG mencakup beragam aspek, seperti edukasi budaya, pelestarian kearifan lokal, olahraga, pemahaman tentang satwa, dan pengenalan permainan tradisional. Selain mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget, program ini juga berperan penting dalam mendidik mereka tentang warisan budaya dan nilai-nilai lokal yang berharga.

img_title Jika Cuphead dan Minecraft Digabung, Hasilnya Bisa Seperti Game Steam Baru Ini

Irfandi bermimpi agar program ini dapat tumbuh dan berkembang menjadi sebuah desa wisata atau destinasi edukasi bagi orang tua yang ingin menyelamatkan anak-anak mereka dari ketergantungan pada gadget.

Tim KLG berharap agar isu kecanduan gadget bisa menjadi perhatian nasional yang mendalam, mendorong setiap individu untuk berkontribusi dalam mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh ketergantungan pada teknologi. Program KLG adalah langkah konkret yang mengilhami perubahan positif dalam lingkungan lokal dan dapat menjadi contoh bagi inisiatif serupa di seluruh negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas gerakan inspiratifnya ini berupa ‘Penggerak Konservasi Budaya ‘Kampung Lali Gadget’, Achmad Irfandi meraih penghargaan SATU Indonesia Awards bersama sejumlah tokoh inspiratif lain pada 2021 silam.

Baca artikel Edukasi menarik lainnya di tautan ini.

Ilustrasi Hp Samsung Galaxy A07 vs nubia A76

Samsung Galaxy A07 vs nubia A76: HP Murah Mana yang Lebih Layak Dibeli pada 2026?

Samsung Galaxy A07 vs nubia A76 5G, mana lebih layak dibeli pada 2026? Simak perbandingan harga Indonesia, performa, kamera, baterai, jaringan 5G, dan dukungan pembaruan.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut