Melawan Stigma Buruk Autisme di Indonesia
- Pexels/Ketut Subiyanto
Teman Autis, yang diprakarsai oleh Ratih dengan dukungan Alvinia Christiany sebagai co-founder, serta enam anggota lain yang memiliki beragam latar belakang, termasuk guru anak berkebutuhan khusus, ahli pemasaran digital, konselor hukum, dan berbagai bidang lainnya. Dalam hal pendidikan, Ratih sendiri adalah seorang corporate legal counsel yang lulus dari Fakultas Hukum dengan jurusan Hukum Bisnis di Universitas Airlangga, dan memiliki gelar Master of Laws dari University College London.
Upaya Teman Autis mencakup pendirian situs web www.temanautis.com, yang menyediakan akses informasi komprehensif seputar autisme untuk para orang tua di seluruh Indonesia. Situs ini menyediakan berbagai informasi, mulai dari dasar hingga informasi khusus yang sangat dibutuhkan. Hal ini memberikan dukungan yang sangat diperlukan kepada orang tua yang berjuang dengan diagnosis autisme pada anak-anak mereka.
Teman Autis juga telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 100 klinik, pusat terapi, dan sekolah di Indonesia. Dengan upaya kolaboratif ini, mereka berharap untuk memberikan lebih banyak sumber daya dan dukungan yang dibutuhkan bagi individu dengan autisme dan keluarganya di seluruh negeri.
Alvinia Christiany, co-founder Teman Autis
- SATU Indonesia
Inisiatif seperti Teman Autis membantu mengatasi stigma dan ketidakpahaman yang melingkupi autisme di masyarakat Indonesia. Dengan menyediakan edukasi yang akurat, memberikan dukungan kepada keluarga, dan mempromosikan inklusi sosial, Indonesia bisa bergerak menuju masyarakat yang lebih inklusif dan memahami terhadap individu dengan autisme.
Atas gerakan inspiratifnya ini berupa ‘Jembatan Edukasi dan Informasi Seputar Autisme’, Alvinia Christiany meraih penghargaan SATU Indonesia Awards bersama sejumlah tokoh inspiratif lain pada 2022 silam.
Baca artikel Edukasi menarik lainnya di tautan ini.