Kisah 2 Orang yang Hendak Ingin Bunuh Rasulullah, Berujung Mualaf
- Pixabay/ Hamsan
Umair sama sekali tidak tahu bahwa saat keduanya merundingkan rencana jahat itu, Allah SWT mewahyukan kepada Rasulullah SAW tentang apa yang mereka rencanakan di samping Kakbah. Ini adalah janji Allah SWT yang akan senantiasa menjaga nabi dan Rasul utusan-Nya.
Ilustrasi Ramadhan/berdoa.
- Freepik/jcomp
Setelah menempuh perjalanan jauh yang melelahkan, Umair tiba di Madinah. Tanpa buang waktu, ia segera mencari-cari Rasulullah SAW, tak sabar untuk segera menebaskan pedang beracunnya pada tubuh beliau.
Namun setelah berkeliling Madinah, ia tidak kunjung menemukan Rasulullah SAW. Maka Umair pun berjalan menuju Masjid Nabawi.
Dalam perjalanan menuju Masjid Nabawi, Umar ibn Khathab melihatnya dan mencurigai gerak-gerik Umair sehingga ia langsung menghunuskan pedangnya dan menghadang Umair.
Umar menanyai maksud kedatangannya ke Madinah. Karena gerak-gerik dan jawabannya mencurigakan, Umar lantas meringkus dan menyeretnya ke hadapan Rasulullah SAW yang tengah berada di masjid.
Rasulullah bertanya, "Hai Umair, apa tujuanmu datang ke sini?"
"Aku datang untuk menebus kerabatku yang tertangkap dalam Perang Badar," jawab Umair seraya berbohong.
"Kamu dusta! Sepuluh hari yang lalu kau dan Shafwan duduk di samping Kakbah merencanakan keburukan terhadapku. Shafwan berkata kepadamu begini dan begini. Kau bilang kepadanya ini dan itu. Aku tahu, saat ini kau datang untuk membunuhku Sungguh, Allah tidak akan menguasakanmu untuk membunuhku," ujar Rasulullah SAW yang sudah tahu semua rencana jahat Umair.
Mendengar ucapan Rasulullah SAW, Umair terkejut, sebab rencana mereka itu sangat rahasia. Hanya ia dan Shafwan yang mengetahuinya.
Umair bertanya, "Dari mana engkau mengetahui kejadian dan rencana yang hanya diketahui di antara aku dan Shafwan?"
"Allah Yang Mahatahu telah mengabarkannya kepadaku," jawab Rasulullah SAW.
Mendengar ucapan Rasulullah SAW ini, Umair kemudian percaya bahwa Rasulullah SAW benar-benar utusan Allah SWT. Maka, tanpa ragu lagi ia mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda bahwa kini ia menjadi orang beriman.
Kelak, beberapa tahun kemudian, Shafwan ibn Umayyah pun ikut memeluk Islam. Kisahnya bermula ketika ia dan Rasulullah SAW melihat-lihat pampasan perang berupa binatang ternak. Shafwan memandangi ternak (ganimah) yang memenuhi celah bukit.