Kumba Digdowiseiso Dicopot dari Dekan FEB dan Dosen Unas

Guru besar Universitas Nasional (Unas), Profesor Kumba Digdowiseiso
Sumber :
  • Istimewa

TPF dibentuk berdasarkan Keputusan Rektor Unas Nomor 95/R/IV/2024 tertanggal 19 April 2024. “TPF telah melakukan proses pencarian data-data, pemeriksaan klarifikasi dari berbagai pihak terkait, penyusunan kronologis, kajian dan rekomendasi,” lanjut Ginting.

img_title Klarifikasi Unpad Soal Dugaan Guru Besar Keperawatan Chat Mesum ke Mahasiswa Asing

Dijelaskan, ada pun faktor-faktor yang memberatkan Kumba Digdowiseiso merupakan dekan sekaligus guru besar FEB Unas. Sedangkan faktor yang meringankan yang bersangkutan tidak pernah melakukan pelanggaran akademik dan pelanggaran lainnya. Selain itu masih sangat muda dan mempunyai semangat tinggi dan potensial untuk memajukan institusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak Ada Kaitan Proses Guru Besar

img_title Isi Chat Mesum Diduga Guru Besar Unpad ke Mahasiswi Exchange: Ngaku Kangen hingga Minta Foto Bikini

Ginting mengatakan, dugaan penggunaan artikel ilmiah yang diproses dengan cara tidak etis dalam pengajuan gelar guru besar, dari pemeriksaan ditemukan fakta publikasi ilmiah internasional pada tahun 2023 dan 2024 tidak digunakan dalam proses pengajuan guru besar Kumba Digdowiseiso.

Melainkan menggunakan publikasi ilmiah pada tahun 2021 dan 2022 dan perolehan jabatan profesor pada 1 Oktober 2023 mendasarkan pada Keputusan Menristek RI.

img_title Viral Diduga Chat Mesum Guru Besar Unpad ke Mahasiswi Exchange, Minta Foto Bikini!

Universitas Nasional (Unas) Jakarta

Photo :
  • Fisip Unas

“Jadi dari fakta-fakta tersebut dapat dinyatakan tidak ada korelasi pengajuan guru besar Kumba Digdowiseiso, dengan publikasi-publikasi yang berkaitan dengan nama-nama dosen UMT (Universiti Malaysia Terengganu),” kata dia.

Dia menambahkan, Rektor Unas juga meminta Kumba melakukan dua hal terkait dengan Universiti Malaysia Terengganu. 

“Pertama, meminta maaf kepada semua dosen Universiti Malaysia Terengganu yang namanya tercantum dalam artikel jurnal yang diterbitkan tanpa persetujuan atau sepengetahuan dosen tersebut. Kedua, me-remove (menghapus) nama dosen Universiti Malaysia Terengganu yang tercantum dalam artikel jurnal Kumba Digdowiseiso,” terangnya.

Koordinasi dengan LLDikti III

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rektor Unas dan Ketua TPF telah menemui pimpinan UMT pada 5 Mei 2024 untuk mendapatkan informasi sekaligus membahas kasus Kumba Digdowiseiso. “Permintaan Rektor Unas kepada Kumba menindaklanjuti surat Rektor UMT Dato Mazlan bin Abd Ghaffar perihal permintaan perbaikan daftar penulis yang tidak sah,” imbuhnya.

Dia menyebut,, Rektor Unas dan Ketua TPF juga telah melakukan pertemuan dengan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III pada 20 Mei 2024. Termasuk Rapat Rektor Unas dengan para wakil rektor, Ketua Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK), serta Penasihat Manajemen Unas terkait hasil tinjauan TPF pada 21 Mei 2024.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut