Diduga Ada Maba UI Curang Lolos Seleksi Gunakan AI, Ini Tanggapan Kampus

Universitas Indonesia
Sumber :
  • VIVA.co.id/Galih Purnama (Depok)

Depok, VIVA – Pihak Universitas Indonesia akhirnya angkat bicara soal dugaan adanya calon mahasiswa baru curang yang lolos SIMAK UI menggunakan Artificial Intelligence (AI). Seperti yang ramai dibahas dalam platform X bahwa ada satu calon mahasiswa program Vokasi UI jurusan Manajemen Bisnis Pariwisata yang diduga berbuat curang saat tes SIMAK UI. Peserta itu diduga bertanya menggunakan aplikasi AI saat mengerjakan soal.

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Humas dan KIP UI, Amelita Lusia mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dugaan kecurangan tersebut. UI kata dia menghargai semua itu sebagai bentuk kepedulian terhadap UI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami sudah menerima sejumlah masukan dan laporan tentang adanya dugaan kecurangan dari pelaksanaan ujian mandiri di UI. Kami menghargai semua itu sebagai bentuk kepedulian terhadap UI,” katanya, Kamis 8 Agustus 2024.

img_title AI Search Jadi Titik Baru Perebutan Perhatian Konsumen Indonesia

Namun dari semua laporan yang masuk ke UI, sambung Amel, tidak semua dapat dilanjutkan. Alasannya, tidak disertai bukti kecurangan yang dapat diverifikasi.

“Dari semua laporan tersebut, sebagian di antaranya tidak dapat kami lanjutkan prosesnya karena tidak disertai bukti kecurangan yang dapat diverifikasi. Sedangkan sebagian laporan saat ini sedang kami proses,” ujarnya.

img_title AI Ubah Cara Belajar Bahasa Inggris, dari Kelas ke Layar Ponsel

Dikatakan, setiap tahun hampir selalu muncul beragam isu terkait pelaksanaan SIMAK UI. Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI menerima banyak pertanyaan mengenai berbagai isu yang beredar di tengah-tengah masyarakat.

Ilustrasi/Penerimaan mahasiswa baru

Photo :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Di antara isu tersebut, yang paling meresahkan dan merusak konsentrasi para calon mahasiswa baru adalah kabar akan adanya pihak-pihak yang mengaku dapat membantu seseorang untuk diterima masuk ke UI melalui praktik perjokian pada saat ujian dan melalui bantuan orang dalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tidak jarang pihak yang menawarkan bantuan tersebut juga mengaku sebagai ‘orang dalam UI’,” ungkapnya.

Dalam menyelenggarakan seleksi mandiri, UI mempertimbangkan dan memperhatikan dengan cermat kemungkinan terjadinya ketidakjujuran ini. Di antara beberapa tindakan dan mekanisme antisipatif yang diterapkan adalah penggunaan gabungan skor UTBK dan skor SIMAK (50% skor UTBK dan 50% skor SIMAK) dalam penentuan kelulusan seseorang melalui jalur seleksi mandiri untuk Kelas Reguler.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut