Sosok Dokter Muda dan Gerakan Pesantren Sehat yang Menginspirasi

Ilustrasi santri di pesantren.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Jambi, VIVA – Mohammad Afifi Romadhoni, seorang lulusan Kedokteran dari Universitas Jambi, adalah sosok yang memahami secara mendalam tantangan kesehatan di lingkungan pesantren. Berbekal pengalamannya sebagai santri, ia menyadari pentingnya edukasi kesehatan yang komprehensif untuk para santri yang tinggal di asrama.

img_title Masa Depan Pesantren Dinilai Harus Jadi Kiblat Pendidikan Holistik Dunia

Inilah yang mendorongnya mendirikan Gerakan Pesantren Sehat (GPS), sebuah inisiatif yang berfokus pada peningkatan kesadaran akan kesehatan dan kebersihan di pesantren. Gerakan Pesantren Sehat (GPS) mengusung program-program pendidikan yang menyasar langsung para santri dan mengajarkan mereka praktik kesehatan sederhana namun penting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program ini dimulai dari pelatihan dasar tentang cara mencuci tangan yang benar, hingga menjaga kebersihan ruang asrama agar tetap sehat dan nyaman. Setiap santri diajarkan langkah-langkah sederhana untuk menjaga kebersihan pribadi, di samping kebersihan lingkungan pesantren.

img_title Prabowo Targetkan Renovasi Seluruh Sekolah dan Pesantren di Indonesia Selesai 2029

Di samping edukasi kebersihan, GPS memiliki berbagai program yang dirancang untuk membentuk kebiasaan hidup sehat di kalangan santri. Program Sharing Class PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah salah satu bentuk penyuluhan yang bertujuan memperkenalkan santri pada konsep perilaku sehat dalam keseharian mereka.

Dalam Sharing Class ini, GPS tak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mendorong praktik nyata sehingga perilaku bersih dan sehat dapat menjadi kebiasaan. Selain itu, ada pula CS (Cerita Santri), program unik yang memberikan ruang refleksi dan mentoring di mana para santri bisa berbagi pengalaman dan masalah yang mereka hadapi, serta bersama-sama mencari solusi.

img_title Kemenag Susun Aturan Baru Pesantren, Keselamatan dan Perlindungan Santri Jadi Prioritas

Kesadaran akan bahaya merokok juga menjadi fokus GPS, yang mencanangkan program bernama Patok (Pesantren Tanpa Rokok). Program ini mengajak para santri untuk menjalani hidup sehat tanpa terpengaruh oleh bahaya rokok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, GPS memiliki program Book4Santri yang menggalang donasi buku-buku layak baca untuk menambah referensi bacaan para santri, sehingga mereka tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga wawasan luas dari berbagai bacaan lain.

Ketika bulan Ramadhan tiba, GPS meluncurkan kegiatan bertajuk Setara (Santri Sehat Ramadhan Berkah). Melalui kegiatan ini, GPS mengajak masyarakat untuk berdonasi demi mendukung kesehatan para santri selama bulan suci.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut