Pesantren Darunnajah Hadirkan Psikolog di Kehidupan Santri
- ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
VIVA – Fenomena kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk di pesantren, menjadi isu yang tak bisa diabaikan. Oleh karena itu, perlu dihadirkan solusi preventif. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pondok Pesantren Darunnajah menghadirkan Darunnajah Assessment and Development Center (DADC), sebuah pusat asesmen dan pengembangan psikologis bagi santri, pendidik, dan masyarakat umum di bawah pengawasan Universitas Darunnajah.
Ketua Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Darunnajah, Ustadz H. Rifdy Izdihar, Lc., M.A., menegaskan komitmen Pesantren Darunnajah dalam mendukung kesehatan mental seluruh elemen. "Kami telah menghadirkan psikolog bagi seluruh elemen yang ada di lingkungan Pesantren Darunnajah, mulai dari santri, guru, hingga karyawan," ujarnya.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan Islam lainnya dalam mengintegrasikan layanan kesehatan mental ke dalam sistem pendidikan.
Pembentukan DADC merupakan langkah strategis Darunnajah dalam merespons fenomena kekerasan tersebut dan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja dan institusi pendidikan.
DADC berdiri untuk melengkapi dan memperkuat departemen yang telah ada dan berjalan di Darunnajah, seperti Departemen Pengasuhan Santri, Unit Bimbingan Konseling di TMI Darunnajah, serta departemen lainnya yang terlibat dalam pengasuhan dan pendidikan santri. Sebagai bagian dari ekosistem ini, DADC akan menyediakan berbagai program konseling, asesmen psikologis, serta pendampingan bagi santri dan tenaga pendidik guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
Ilustrasi santri
- Istimewa
Selain itu, Darunnajah telah memiliki sistem pembinaan santri yang komprehensif dengan keberadaan musyrif dan musyrifah sebagai pembimbing individu yang memberikan pendampingan harian dalam berbagai aspek kehidupan santri di asrama. Dengan adanya DADC, sistem ini akan semakin diperkuat melalui pendekatan berbasis psikologi yang lebih terstruktur, sehingga setiap santri mendapatkan perhatian yang optimal sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ustadz H. Rifdy Izdihar, Lc., M.A., menyatakan, "Kami ingin memastikan bahwa setiap individu di pesantren mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun psikologis," ujarnya.
DADC juga telah melaksanakan asesmen kompetensi yang diikuti lebih dari 70 peserta yang terdiri dari kepala biro dan lembaga, wakil pengasuh pondok pesantren cabang, hingga anggota dewan nadzir Yayasan Darunnajah.