Ungkap Rahasia Produksi JUMBO, Animation Program Binus University Perkuat Ekosistem Animasi Indonesia 

Acara diskusi Behind the Scene of JUMBO oleh Binus University.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Dunia animasi yang terus berkembang dan memiliki prospek cerah di industri kreatif memberikan dampak besar dari segi hiburan maupun nilai moral bagi masyarakat Indonesia. Dengan semakin banyaknya produksi animasi lokal yang mampu bersaing di pasar global, industri ini menghadirkan peluang besar bagi animator muda untuk terus berkembang.  

img_title Rektor Unsoed Beri Akses Bawahan Loloskan Calon Mahasiswa Baru usai Dapat Rp 1,12 miliar

Salah satu contoh nyata dari kemajuan industri animasi di Indonesia adalah film JUMBO, sebuah proyek ambisius yang menjadi bukti bahwa animator Indonesia mampu menciptakan karya berkualitas tinggi. Hadirnya film ini menjadi milestone penting dalam industri animasi tanah air, sekaligus tantangan baru yang mendorong animator Indonesia untuk terus berinovasi dan mengembangkan industri animasi ke tingkat yang lebih tinggi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Animation program Binus University kali ini menghadirkan para profesional yang terlibat langsung dalam produksi film JUMBO untuk berbagi pengalaman dan wawasan mereka mengenai perjalanan di balik layar pembuatan film ini, seperti Ryan Adriandhy (Director dan Writer JUMBO), Garry Liwang (Editing, Lighting, Rendering, and Compositing (ELRC) Supervisor), dan Pandji (Computer Graphic (CG) Supervisor). 

img_title KPK Ungkap Peran Guru Sebagai Pengepul Penawaran 'Kursi' Maba Unsoed, Harganya Rp 50-500 Juta

Diskusi yang diselenggarakan di Auditorium Binus Alam Sutera ini berfokus pada workflow dan pipeline produksi film animasi JUMBO, dari sudut pandang sutradara, tim ELRC, hingga tim CG ini mencakup bagaimana tim produksi berkoordinasi secara efektif, menyelaraskan pekerjaan dari berbagai departemen, hingga bagaimana proses integrasi produksi dari berbagai partner animasi yang melibatkan hampir 400 animator dan beberapa studio animasi di Indonesia. 

"Melalui acara ini, kami ingin membuka wawasan mahasiswa mengenai bagaimana industri animasi bekerja di skala besar. Dengan kehadiran para profesional yang terlibat dalam produksi JUMBO, diharapkan mereka bisa mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang pipeline produksi animasi serta tantangan yang dihadapi di industri ini," ujar Satrya Mahardhika, S.T., M.Mult. selaku Head of Animation Program Binus University, dalam keterangan tertulis, Kamis 20 Maret 2025. 

img_title Tak Hanya FK, Tersangka Penerimaan Maba Unsoed Juga 'Jual' Kursi FPIK dan FH

Sementara itu, Ryan Adriandhy, selaku Director dan Writer JUMBO dan Alumni Visual Communication Design program Binus University, menambahkan, “Produksi JUMBO adalah perjalanan yang penuh tantangan, terutama dalam menyatukan ratusan animator dan studio animasi dalam satu visi kreatif yang solid. Melalui sesi ini, saya ingin berbagi pengalaman bagaimana kami mengelola tim dan proses kreatif agar dapat menghasilkan film animasi berkualitas.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut