Membangun Kreativitas dan Pendidikan Lewat Seni

Tita Djumaryo, CEO and Founder of Ganara Art (kanan)
Sumber :
  • Ganara Art

Jakarta, VIVA – Seni bukan sekadar ekspresi estetika, tetapi juga merupakan sarana penting dalam pendidikan yang dapat membentuk karakter, keterampilan, dan cara berpikir seseorang. Melalui seni, anak-anak dan remaja belajar mengenali emosi, mengembangkan kreativitas, serta melatih kemampuan memecahkan masalah secara inovatif.

img_title 50 Ribu Warga Turun ke Jalan di Wina Austria Protes Pemotongan Anggaran Pendidikan

Dalam konteks pendidikan modern, seni semakin dipandang sebagai elemen penting untuk mendukung perkembangan holistik peserta didik. Aktivitas seni tak hanya membantu memperkuat kemampuan motorik halus dan koordinasi mata-tangan, tetapi juga menjadi medium untuk melatih fokus, kesabaran, dan kerja sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan pendekatan interaktif dan inklusif, pembelajaran seni bisa diakses semua kalangan, dari anak usia dini hingga orang dewasa, sehingga membuka peluang untuk mengeksplorasi bakat dan minat mereka dalam suasana yang suportif dan kreatif.

img_title Dua Tahun Prabowo-Gibran, IKA BEMNUS Dukung Program Strategis Pemerintahan hingga Dorong Penguatan Ekonomi

Seni sebagai sarana pendidikan dan pengembangan diri menjadi fokus utama dalam pembukaan Ganara Art Antasari Place, sebuah ruang belajar kreatif baru di Jakarta Selatan. Acara pembukaan ini diresmikan oleh Tita Djumaryo, CEO dan Pendiri Ganara Art, bersama Jack Widagdo, COO Paradise Indonesia.

Turut hadir dalam peresmian ini Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Djumaryo Ganesha, dan Cynthia Ganesha, yang memimpin sesi belajar seni interaktif untuk anak-anak.

img_title Siapa Pengguna AI Terbesar di Indonesia? Golongan Ini Tempati Posisi Teratas

Menurut Tita Djumaryo, konsep Ganara Art Antasari Place dirancang untuk memperkaya pembelajaran anak dan remaja.

“Kami ingin anak-anak berani berkreasi dan mengeksplorasi dunia seni sejak dini. Tidak hanya melukis di kertas, mereka bisa belajar melukis di kanvas, membuat keramik, hingga bermain di Sensory Art Playground,” ujarnya.

Ganara Art Antasari Place menghadirkan beragam program edukatif dari 27 Juni hingga 10 Agustus 2025. Semua sesi dirancang agar sesuai untuk anak usia dini hingga dewasa.

Beberapa kegiatan utama meliputi Sensory Art Playground untuk anak usia dini, lokakarya keramik dan melukis untuk anak dan remaja, serta instalasi partisipatif untuk melatih kemampuan berpikir kreatif dan kerja sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Menteri Giring Djumaryo Ganesha turut menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pendidikan seni dan budaya.

“Kegiatan seperti ini memperkaya cara anak-anak belajar dan tumbuh, sekaligus memperkenalkan mereka pada nilai-nilai budaya dan kreativitas,” katanya.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto

Hasto Ungkap Marhaenisme Relevan untuk Gen Z, Soroti Pendidikan Anak Miskin hingga Subsidi Tepat Sasaran

Hasto menyebut tugas terbesar saat ini adalah menghadirkan kekuasaan yang berwatak kemanusiaan dan menghadirkan keadilan dalam seluruh aspek kehidupan.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut