Wilmots: Saya Bukan Penyihir

Pelatih Belgia, Marc Wilmots
Sumber :
  • REUTERS/Pascal Rossignol Livepic

VIVA.co.id – Secara tak terduga, Belgia harus pulang lebih awal dari Piala Eropa 2016 setelah kalah 1-3 dari Wales di babak perempat final. Belgia kembali gagal menunjukkan performa menawan meski diisi oleh skuat yang bertabur bintang.

img_title Romelu Lukaku Resmi Gabung Fenerbahce usai Tinggalkan Napoli pada Bursa Transfer 2026

Namun, menurut pelatih Belgia, Marc Wilmots, kegagalan ini disebabkan oleh para pemain bertahan yang tampil pada laga tersebut masih kurang pengalaman. Akibatnya, mereka tampil di bawah performa dan Belgia harus menerima hasil pahit di akhir laga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(Baca juga: Dua Pemain Muda Jadi Kambing Hitam Kekalahan Belgia)

img_title Tekad Sudah Bulat, Keputusan Jeremy Doku Tinggalkan Belgia di Piala Dunia karena Hal Spesial Ini

"Saya bukan pesulap dan Anda tidak bisa begitu saja mengganti pengalaman (yang dimiliki pemain). Kami tidak beruntung karena Vincent Kompany dan Nicolas Lombaerts sedang cedera. Kemudian kami kehilangan Jan Vertonghen saat latihan," ujar Wilmots seperti dilansir situs resmi UEFA.

"Sebelum ini, kami tidak kebobolan di tiga laga terakhir. Kami membuat kesalahan yang tidak seharusnya. Mungkin mereka grogi karena mereka masih muda, tetapi saya bertanggung jawab untuk itu," jelasnya.

img_title Klasemen Grup G Piala Dunia 2026 Makin Panas! Iran Salip Belgia, Selandia Baru di Puncak

Meski tidak mendapatkan hasil yang diinginkan, Wilmots masih membela diri. Dia menyebut sudah memiliki rencana permainan yang baik, namun tidak berjalan semestinya.

"Saya pikir kami sudah memiliki rencana permainan yang baik. Kami berhasil mendominasi laga saat 20-25 menit pertama, setelahnya penampilan kami menurun. Mungkin kami terlalu khawatir dengan pertahanan," ungkap pria 47 tahun.

Skuad Liga Champions Inter Milan saat melawan Tottenham di Stadion San Siro pada 18 September 2018

Terlambat Bela Timnas Indonesia, Eks Inter Milan Ini Kini Menyesal

Radja Nainggolan mengungkapkan penyesalannya tidak membela Timnas Indonesia di masa lalunya usai terkesan dengan fanatisme suporter dan keramahan masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
13 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut