Beda Nasib Debut Neymar dan Bale di El Clasico

Bale versus Neymar, siapa yang terbaik?
Bale versus Neymar, siapa yang terbaik?
Sumber :
  • Marca

VIVAbola - Duel El Clasico jilid ke-258 telah berakhir. Barcelona akhirnya keluar sebagai pemenang usai menundukkan Real Madrid dengan skor tipis 2-1, Sabtu 26 Oktober 2013, di Camp Nou.

Dua gol tuan rumah dicetak oleh Neymar pada menit ke-19 dan Alexis Sanchez, menit 78. Madrid baru bisa menipiskan skor lewat aksi Jese Rodriguez di injury time babak kedua. Hasil ini mengokohkan Alzugrana di puncak klasemen dengan 28 poin dari 10 pertandingan. Sedangkan Los Blancos masih tertahan di peringkat 3 dengan 22 angka.

Menarik untuk membicarakan dua pemain yang baru merasakan panasnya El Clasico. Tak lain adalah striker Barcelona, Neymar, dan winger Madrid, Gareth Bale. Dua pemain ini baru didatangkan kedua kubu pada bursa transfer musim panas lalu. Pemain asal Brasil dan Wales ini langsung turun sebagai starter.

Dari segi harga, kedua pemain berbanding jauh. Barcelona hanya merogoh kocek sebesar 57 juta euro (Rp866,56 miliar) untuk memboyong Neymar dari Santos. Sedangkan Bale didatangkan Madrid dari Tottenham Hotspur dengan harga fantastis yakni 100 juta euro (Rp1,52 triliun).

Namun, ternyata Neymar masih lebih baik dibandingkan Bale. Opini tersebut dimuat kantor berita asal Prancis, AFP. Pandangan tersebut memang terlihat dengan fakta kuat di lapangan. Neymar sukses mencetak 1 gol dan 1 assist.

"Neymar tampil luar biasa. Namun, saya pernah melihatnya bermain lebih baik. Golnya dalam laga El Clasico bermakna penting, tapi saya sempat melihat penampilan dia yang lebih baik," kata pelatih Barca, Gerardo Martino, seperti dilansir Soccerway.

Bale justru gagal menembus pertahanan sisi kiri Barca yang digalang Adriano. Cedera menjadi salah satu kendala baginya untuk memberikan kontribusi. Saat pertandingan memasuki menit 61, Bale harus ditarik keluar pelatih Madrid, Carlo Ancelotti.

Menurut Ancelotti, permainan kurang apik pemain termahal di dunia ini karena masih butuh adaptasi. "Ini pertandingan pertama bagi Bale setelah cedera, dan dia butuh belajar kombinasi dengan rekan-rekan sesama tim," kata Ancelotti dilansir Soccerway.

"Bale sebenarnya tidak masalah bermain di mana pun, baik di kanan atau di kiri. Saya meminta dia bermain untuk memberikan tekanan lebih bagi Sergio Busquets," terang Ancelotti mengenai keputusannya menurunkan Bale.

Debut di laga El Clasico selalu menjadi pertandingan yang dikenang oleh para pemain. Ada yang berlangsung mulus, ada juga yang harus berakhir dengan mengecewakan.

Contoh debut yang berakhir kurang baik adalah Ronaldo. Striker asal Brasil ini melakoni debut di El Clasico, 7 Februari 1997. Ketika itu, Ronaldo dipercaya pelatih Barca, Bobby Robson, bermain penuh, namun gagal menunjukkan ketajamannya. Barcelona akhirnya kalah 0-2 di Santiago Bernabeu.

Manisnya debut di El Clasico dirasakan oleh David Villa, 29 November 2010. Saat itu, El Guaje yang membela Barcelona mencetak dua gol ke gawang Madrid. Tak hanya itu, Villa juga membawa Barca menang telak 5-0 di Camp Nou.

Nasib nyaris serupa dengan Villa dialami legenda Real Madrid, Alfredo Di Stefano. Pada 25 Oktober 1953, Di Stefano mencetak 2 gol dan 1 assist untuk Los Blancos. Pria yang sempat membela 3 negara ini membawa timnya menang telak 5-0 atas Barca di Santiago Bernabeu.

Meski tidak mencetak gol, debut Ronaldinho di El Clasico pada 25 April 2004 tak bisa dilupakan. Ronaldinho tampil menawan dan berhasil menyulitkan pertahanan Madrid. Barcelona akhirnya menang 2-1 di Bernabeu berkat gol Patrick Kluivert dan Xavi Hernandez.

Madrid Kritik Wasit

Bukan El Clasico namanya jika tidak menyisakan drama. Wasit Alberto Undiano menjadi "sasaran tembak" pemain Madrid. Pria yang sempat memimpin pertandingan di Piala Dunia 2010 ini dinilai membuat dua keputusan yang merugikan Los Blancos.

Kubu Madrid mengklaim seharusnya mendapat dua penalti. Pertama ialah saat bek Barca, Adriano, tanpa sengaja menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang pada ujung babak pertama. Kedua, yakni ketika Javier Mascherano menjatuhkan Cristiano Ronaldo di area terlarang pada babak kedua. Hal tersebut disesali pelatih Madrid, Carlo Ancelotti.

"Dalam pandangan saya, itu jelas penalti. Dunia juga tahu akan hal tersebut. Mungkin hanya wasit yang tidak menganggap demikian," kata Ancelotti dikutip situs Real Madrid.

Bek Madrid, Sergio Ramos juga menyesali kejadian itu. "Ada hal yang tak bisa kami lawan. Jelas itu dua penalti. Sayangnya, di pertandingan seperti ini kami tidak bisa berbicara kepada wasit," kata Ramos dikutip Football Espana.   

Rasa tidak puas terhadap kepemimpinan wasit Undiano juga disampaikan Marcelo. Bek kiri asal Brasil itu menyatakan, Undiano telah merusak permainan.

"Wasit telah menyakiti kami. Tidak perlu fakta pendukung. Itu sudah jelas, wasit seharusnya memberi kami dua penalti," keluh Marcelo dikutip dari AS.

Ternyata sikap Madrid itu disindir oleh gelandang Barca, Sergio Busquets. Dia mengatakan wasit memang selalu menjadi pihak yang paling mudah disalahkan ketika satu tim menelan kekalahan. "Ketika Anda kalah, alasan paling mudah adalah faktor wasit," sindir Busquets.

Tak cukup sampai di situ, Busquets juga meminta Madrid jangan terlalu membesarkan perkara ini. "Mereka tak bisa komplain. Wasit kadang melakukan kesalahan dan siapapun bisa jadi pihak yang dirugikan," ungkapnya lagi dikutip Marca.  (one)

Baca juga:   

Torres Bersinar, Chelsea Kalahkan ManCity

8 Fakta Penting Usai Chelsea Tekuk ManCity

Alasan Mourinho Lakukan Selebrasi Heboh

Rayakan Gol Torres, Mourinho Kena Cium Suporter Pria

Kata Torres Soal Golnya ke Gawang ManCity

Mourinho Akui Kemenangan Chelsea Berbau Keberuntungan

Mourinho Klaim Arsenal Diuntungkan

Deretan Blunder Joe Hart di Tahun 2013

Misteri Penonton Berjubah di Laga Chelsea Vs ManCity

ManCity Ditekuk Chelsea, Pellegrini Tolak Jabat Tangan Mourinho

Pellegrini Enggan Bahas Blunder ManCity Lawan Chelsea

"Permainan Gareth Bale Tidak Sehebat di YouTube"

Cerita Pelatih Masa Kecil Bek Timnas U-19

Timnas Pertimbangkan Panggil Pemain Baru