Ambisi Juara Liverpool Dijegal Skuad Pelapis Chelsea?

Liverpool Tahan Imbang Chelsea
Liverpool Tahan Imbang Chelsea
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

VIVAbola - Liverpool kembali menemui batu sandungan dalam upayanya meraih gelar musim ini. Minggu, 28 April 2014, The Reds akan menghadapi Chelsea.

Jika menang, itu semakin melapangkan jalan tim asuhan Brendan Rodgers menghapus dahaga gelar selama 24 tahun. Mereka nantinya cuma butuh tambahan empat poin lagi untuk menjadi kampiun Premier League.

Tak cuma itu, tambahan tiga poin juga berarti Liverpool mengeliminasi satu rival utama dalam memburu gelar. Jika tumbang di Anfield, maka Chelsea yang sekarang berada di posisi kedua klasemen tak akan sanggup lagi mengejar perolehan poin Steven Gerrard cs.

Namun, cerita akan berbeda jika tuan rumah tumbang. Persaingan bakal kembali berjalan sengit karena Chelsea akan memangkas selisih menjadi dua poin saja. Sayangnya, untuk mengalahkan Liverpool di kandang bukan perkara mudah. Apalagi, tim asuhan Jose Mourinho dipastikan tidak turun dengan sejumlah pemain pilarnya.

Liverpool Siap Tempur

Bagaimanapun, kemenangan menjadi harga mati bagi Liverpool. Mereka tak mau kesempatan meraih gelar yang sudah di depan mata sirna begitu saja. Karenanya mereka kini serius mempersiapkan diri menghadapi Chelsea.

Seorang Daniel Strridge yang baru pulih dari cedera hamstring bahkan langsung mengumbar tekad agar bisa memberikan kontribusi besar menghadapi mantan timnya tersebut.

"Semoga akhir pekan ini saya akan kembali. Saya tak terlalu yakin apakah pelatih akan memainkan saya atau tidak. Saya siap memberikan kemampuan terbaik, namun kita lihat saja nanti," ujar Sturridge.

Selain ingin membantu tim mendekati takhta juara, Sturridge juga punya misi tambahan. Pemain berusia 24 tahun ini ingin membuktikan bahwa Chelsea telah salah membuangnya.

Sturridge berambisi mencetak gol dalam laga nanti. Tapi, jika mencetak gol, Sturridge tak mau merayakannya secara berlebihan. Meskipun gol itu menjadi penentu kemenangan Liverpool.

"Saya tak akan melakukannya. Tapi, saya tak tahu apakah bisa mengontrol diri jika itu terjadi," jelasnya.

Sementara itu, gelandang Joe Allen menipis anggapan bahwa Liverpool gugup mendekati akhir kompetisi. Mereka diduga mulai tertekan akibat ekspektasi tinggi dari publik.

Laga melawan Norwich City, akhir pekan lalu, menjadi acuan. Sudah unggul 2-0 atas The Canaries di babak pertama, performa Liverpool kemudian menurun di paruh waktu kedua sehingga lawan mampu menyamakan kedudukan 2-2. Untungnya, Raheem Sterling tengah on fire. Dia sukses mencetak gol ketiga dan menjadi penentu kemenangan.

Alih-alih tertekan, menurut Allen, para punggawa, staf serta publik Liverpool malah menikmati situasi sekarang. Mereka tak sabar melihat hasil akhir musim nanti.

"Manajemen, staf pelatih, pemain dan fans, semuanya memiliki peran penting. Masih ada tiga pertandingan tersisa, dan kami harus mempertahankan momentum," serunya.

Chelsea Turunkan Skuad Pelapis

Kabar baik bagi Liverpool jelang pertandingan. Chelsea kemungkinan tidak akan turun dengan tim utamanya. Hal tersebut bahkan diutarakan oleh manajer Jose Mourinho.

Tiga pemain sudah dipastikan absen. John Terry dan Petr Cech mengalami cedera saat tampil di leg 1 semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid. Lalu, Ramires terkena sanksi karena kedapatan sengaja menyikut punggawa lawan di pertandingan pekan lalu. Sementara itu, motor serangan tim, Eden Hazard masih diragukan kondisinya.

Menghadapi situasi buruk itu Mourinho merasa perlu mengambil sikap. Dia harus menentukan skala prioritas antara Premier League atau Liga Champions.

Dan pilihan The Special One ternyata jatuh ke kompetisi Eropa yang notabene lebih bergengsi. Agar bisa bermain maksimal melawan Atletico di Stamford Bridge, pria asal Portugal itu menyatakan hanya akan menurunkan skuad pelapis menghadapi Liverpool. Meski dia masih akan mendiskusikan keputusan tersebut dengan manajemen.

"Prioritas saya adalah Liga Champions. Saya tidak bisa memutuskan sendiri, saya harus mendengar apa yang klub pikirkan. Saya hanya bagian dari klub," kata Mourinho.

"Saya tahu apa yang akan dilakukan. Saya menghadapi Liverpool dengan pemain yang tidak tampil Rabu ini. Saya hanya manajer, ada orang di atas saya dan saya bekerja untuk mereka. Saya harus ikuti perintah klub," sambungnya.

Namun, hendaknya Liverpool jangan senang dulu mendengar ucapan Mourinho. Bisa jadi itu hanya bagian dari 'mind games' yang bisa dilakukannya. Terlebih, sebelum ini mantan allenatore Inter Milan tersebut juga sudah pernah menunjukkan sikap pasrah, namun pada akhirnya mereka tetap berjuang keras untuk merebut tampuk pimpinan klasemen.

“Kami sudah tak berada dalam persaingan perebutan gelar juara lagi. Kami memainkan setiap pertandingan dengan membawa harapan bisa memenangkan seluruhnya,” kata Mourinho, pertengahan Maret lalu, saat tertinggal empat poin dari Liverpool dan Arsenal yang menempati posisi pertama dan kedua klasemen. (one)