Madrid Vs Atletico: 2 Misi Berbeda di Final Liga Champions
- REUTERS/Sergio Perez
Duel Atletico Madrid vs Real Madrid sudah terjadi dua kali musim ini di La Liga. Kubu Diego Simeone terlihat positif, dengan imbang 1-1 pada 4 Oktober 2015, kemudian menang 1-0 di kandang Real Madrid pada 27 Februari 2016.
Namun, merujuk pertemuan kedua tim tiga tahun terakhir, memperlihatkan dua situasi berbeda. Atletico tak pernah kalah dari Real Madrid, dalam enam pertemuan di La Liga tiga musim terakhir. Empat kali menang dan dua kali imbang.
Di musim 2013/2014, Atletico mengalahkan Real Madrid untuk meraih trofi Supercopa. Menang 2-0 dan 4-0 di La Liga, menang 2-0 dan imbang 2-2 di Copa del Rey, tapi kalah 1-4 di final Liga Champions.
Musim 2014/2015 Atletico menang 1-0 dan imbang 2-2 di La Liga, lalu kalah telak 0-3 dan 0-2 di Copa del Rey. Kemudian, tersingkir dari Liga Champions, dengan imbang 0-0 serta kalah 0-1 pada perempatfinal. Sejauh ini, Real Madrid tetap yang terkuat jika bertanding dalam turnamen Eropa.
Walau begitu, tak sedikit yang lebih menjagokan Atletico sebagai juaranya pada final edisi kali ini. Salah satunya adalah mantan gelandang Barcelona, Xavi Hernandez, memprediksi hasil yang berbeda di final nanti.
"Saya yakin, Atletico akan membawa pulang trofi. Saya rasa, ini adalah momen untuk Atletico," kata Xavi yang kini membela Al Sadd pada www.sc.qa.
"Sepakbola selalu memberi Anda kesempatan kedua. Ini final yang sama dengan dua tahun lalu di Lisbon. Sekarang, final berlangsung di Milan, dan saya rasa ini waktunya untuk Atletico Madrid," ucap Xavi.