Awal Manis Guardiola dan Mourinho

Pep Guardiola dan Jose Mourinho
Sumber :
  • REUTERS/Sergio Perez

VIVA.co.id – 2 manajer papan atas, Pep Guardiola dan Jose Mourinho menjalani debut dengan baik di klub anyar mereka masing-masing. Guardiola sukses mengantarkan Manchester City menang 2-1 atas Sunderland.

img_title Dijuluki The Next Lionel Messi, Wonderkid Indonesia Ini Nyaris Gabung Barcelona

Sedangkan Mourinho yang membesut Manchester United mempersembahkan kemenangan telak 3-1 atas Bournemouth. Melihat hasil tersebut, keyakinan para suporter mulai membuncah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gelar juara Premier League yang menjadi target kedua juru taktik tersebut pun seakan-akan akan dapat dicapai. Apalagi, skuat yang dimiliki juga mendukung untuk mewujudkan keinginan merengkuh gelar juara.

img_title Here We Go! Timnas Italia Pinang Andrea Pirlo usai Ditolak Pep Guardiola

Debut Guardiola di kompetisi kasta tertinggi Inggris memang penuh kontroversi. Pria asal Spanyol tersebut melakukan perombakan besar-besaran dalam tim inti ManCity. Dia berani mencadangkan Joe Hart dan mengeplot Willy Caballero menjadi kiper utama.

Mendapati kepercayaan dari sang juru taktik, Caballero mengaku terkejut. Meski berhasil meraih 3 poin di laga perdana musim ini, namun dia mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap mengevaluasi permainan.

img_title Pep Guardiola Beri Jawaban kepada FIGC di Tanggal Segini, Carlo Ancelotti Juga Masuk Radar Timnas Italia

"Kami punya bos baru. Namun, kami tahu belum banyak mengenai apa yang dia inginkan, termasuk ide dan cara-cara bermain. Memang, agak sulit karena kami hanya punya waktu dua minggu bersama-sama dengan skuat," ujar pemain berusia 34 tahun tersebut seperti dilansir Soccerway.

Pernyataan Caballero tersebut sangat beralasan. Selain merombak skuat, Guardiola juga melakukan eksperimen dalam timnya. Saat melawan Sunderland, nampak bagaimana taktik tak terduga diterapkan olehnya.

Ketika menyerang misalnya, bek sayap ManCity yang ditempati oleh Bacary Sagna dan Gael Clichy berubah menjadi gelandang bertahan. Bersama dengan Fernandinho, keduanya berada tepat di depan John Stones dan Aleksandar Kolarov yang bermain sebagai bek tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari taktik tersebut nampak bagaimana Guardiola ingin anak asuhnya mengurung pertahanan lawan ketika sedang dalam posisi menguasai bola. Aliran bola-bola pendek dan tusukan dari sisi sayap menjadi andalan The Citizens dalam membongkar pertahanan lawan.

Mantan pelatih tim nasional Inggris, Glenn Hoddle, menilai strategi yang diterapkan Guardiola tak begitu efektif di Premier League. Dia menilai, kondisi fisik para pemain ManCity tak mendukung untuk strategi bermain seperti yang diterapkan saat melawan Sunderland.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut