'Virus FIFA' Bikin Klub-klub Dunia Pusing
- Reuters
Sebenarnya, bukan kali ini saja virus FIFA mengganggu klub-klub besar. Sebelumnya, kondisi ini sempat mengganggu Derby Manchester, yang mempertemukan Manchester United kontra Manchester City, 10 September 2016 lalu.
Henrikh Mkhitaryan jadi pemain MU pertama yang menjalani aksi internasional dengan menjadi kapten dalam laga persahabatan Armenia melawan Republik Ceko. Dia menjadi korban virus FIFA, saat ditarik keluar karena cedera pada babak pertama.
MU bahkan dalam kondisi lebih mengkhawatirkan. Antonio Valencia yang seperti mengalami kebangkitan musim ini di bawah Jose Mourinho, baru kembali dari membela timnas Ekuador pada 9 September 2016. Padahal, dia sangat dibutuhkan di lini pertahanan, saat menghadapi ManCity.
“Beberapa pemain akan kembali lagi ke Old Trafford pada Senin, sebelum duel kontra Manchester City. Tapi, beberapa baru pulang pada Jumat, sehari sebelum derby. Saat itu, Sergio Romero, Marcos Rojo dan Antonio Valencia baru datang,” jelas Mourinho, dilansir Sky Sports.
Entah kebetulan atau tidak, MU akhirnya harus takluk di Derby Manchester. Setan Merah kalah 1-2 dari The Citizens. Mungkin, para pemain MU memang tak maksimal, karena baru kembali dari tugas negara.
Merambat ke Dalam Negeri
Ternyata, virus FIFA tak hanya dirasakan oleh klub-klub luar. Klub-klub dalam negeri juga kini merasakan hal serupa.
Indonesia dijadwalkan akan menghadapi Vietnam di laga persahabatan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu 9 Oktober 2016. Dan di saat bersamaan, kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) tidak diliburkan.
Itu membuat klub-klub harus tampil dengan kekuatan seadanya di laga TSC. Salah satu duel yang terganggu virus FIFA adalah duel Madura United (MU) kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Sabtu 8 Oktober 2016.
Persib harus kehilangan Zulham Zamrun dan Yanto Basna yang dipanggil Timnas Indonesia. Hal itu diperparah dengan beberapa pemain lainnya yang mengalami cedera.
I Made Wirawan, Purwaka Yudhi dan Rachmad Hidayat harus absen karena cedera. Sedangkan Tantan masih dalam pemulihan akibat terserang penyakit demam berdarah.
Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, pun menyiapkan strategi khusus di laga ini. Dia berharap strategi baru yang disusun kepada anak asuhnya bisa diterapkan pada pertandingan nanti.