Akankah Chelsea Tersakiti Mantan Lagi?
- Reuters / Phil Noble
Drama menguapnya kemenangan yang sudah dalam genggaman Chelsea saat melawan Sevilla jelas sebuah bukti betapa rapuhnya lini pertahanan mereka.Â
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, memang sukses membangun barisan penyerang mematikan. Madio Sane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah ditunjang Phillipe Coutinho dari lini tengah jelas kombinasi yang menakutkan.
Daya dobrak Liverpool begitu kuat. Mereka sudah unggul 3-0 atas Sevilla di paruh waktu pertama. Namun, 45 menit babak kedua, mereka kebobolan 3 gol yang memaksa hasil imbang 3-3.
Buruknya lini pertahanan Liverpool juga terlihat saat mereka dihajar Tottenham Hotspur dan Manchester City dalam beberapa pekan sebelumnya.
Melihat situasi ini, lini tengah bakal menjadi medan pertarungan paling panas. Conte akan sangat berharap banyak pada N'Golo Kante, Tiemoue Bakayoko, dan Cesc Fabregas bisa lebih taktis dan efektif melawan Coutinho, Henderson, dan Wijnaldum.
Bila bisa memenangkan lini tenah, harapan Chelsea bisa membawa pulang tiga angka dari Anfield terbuka.Â
Namun demikian, kalkulasi di atas bisa saja berubah karena laga ini berlangsung di Anfield, stadion yang selalu angker bagi lawan-lawan The Reds. Chelsea pernah merasakan keangkeran Anfield pada 2012 saat dibantai dengan skor akhir 4-1.
Sejak kekalahan 2012 itu, Chelsea memang belum pernah kalah lagi dalam lima pertemuan terakhir, menang dua kali dan draw tiga kali.
Sejak Klopp menukangi Liverpool, Henderson cs memiliki catatan rekor head to head apik saat bertemua langganan enam besar Premier League.