img_title
  • 1
  • 7
Pengungsi Rohingya berjalan ke pantai dengan barang-barangnya setelah melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar dengan kapal melalui Teluk Benggala di Teknaf, Bangladesh, 5 September 2017.
Foto:
  • REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
img_title
  • 2
  • 7
Seorang pengungsi Rohingya minum air setelah melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar dengan kapal melalui Teluk Benggala di Teknaf, Bangladesh, 5 September 2017.
Foto:
  • REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
img_title
  • 3
  • 7
Pengungsi Rohingya turun ke kapal saat mereka tiba di Bangladesh dengan kapal melalui Teluk Benggala di Teknaf, Bangladesh, 5 September 2017.
Foto:
  • REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
img_title
  • 4
  • 7
Pengungsi Rohingya berjalan ke pantai dengan barang-barangnya setelah melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar dengan kapal melalui Teluk Benggala di Teknaf, Bangladesh, 5 September 2017.
Foto:
  • REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
img_title
  • 5
  • 7
Pengungsi Rohingya dan anak-anak berjalan ke pantai setelah melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar dengan kapal melalui Teluk Benggala di Teknaf, Bangladesh, 5 September 2017.
Foto:
  • REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
img_title
  • 6
  • 7
Seorang wanita pengungsi Rohingya tua terbaring di pantai karena menderita dehidrasi setelah melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar dengan kapal melalui Teluk Benggala di Teknaf, Bangladesh, 5 September 2017.
Foto:
  • REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
img_title
  • 7
  • 7
Pengungsi Rohingya berjalan di jalur berlumpur setelah melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, 3 September 2017.
Foto:
  • REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
img_title
img_title
img_title
img_title
img_title
img_title
img_title
img_title

Foto Lainnya