Kisah Unik Pria Manado Kelilingi Dunia dengan Sepeda Motor
- Herdi/VIVA.co.id
"Yang tak bisa terlupakan tentu pakaian. Jadi cuci-kering cuci-kering. Karena tak mungkin bawa pakaian banyak, bobot bisa berat. Kadang masih basah saya pakai. Kalau jaket saya cuci kalau saya menginap di hotel," kata Mario Iroth.
Karena melintasi berbagai negara dengan cuaca yang berbeda-beda, Mario Iroth kerap merasakan kesulitan. Sebut saja kawasan Eropa dan sekitarnya yang cuacanya tengah ekstrem. Beruntung, jaket yang digunakan sudah dirancang dengan kehadiran penghangat tubuh.
"Tapi kalau malam, saya tidak riding, cuacanya tak menentu bahkan bisa minus 20 derajat. Makanya kalau malam saya manfaatkan untuk istirahat," kata dia.
Tantangan baru
Di perjalanan Wheel Story ke-4 ini, Mario Iroth dan Lilis tentu memiliki tantangan baru. Sebut saja motor tunggangannya yang berbeda dengan kuda besi perjalanan sebelumnya. Selain itu, tentu masih berkutat dengan masalah medan dan iklim yang berbeda.
Kata Mario, perjalanan sejauh 25.000 kilometer itu terdiri dari medan off-road dan aspal. Tentu fokus dalam berkendara sangat diutamakan buat dirinya. Soal musim, Mario bercerita, dia dan Lilis akan melewati empat musim di beda negara. Di New Zealand dia akan dihadapkan dengan kondisi musim dingin. Suhu udaranya bahkan cenderung ekstrem.
"Kalau di kondisi itu, minum wine sedikit enggak apa-apa, karena hanya sekadar menghangatkan tubuh, itu juga dianjurkan kok," kata dia.
Di Australia, kebalikannya. Di mana, di negeri kangguru itu saat dirinya melintas tengah musim panas yang juga terbilang ekstrem. "Di Australia kita melewati gurun, di saat itu bahkan kita bisa menggoreng telur ceplok di atas kepala," kata dia berkelakar.
Sementara di Indonesia Timur, masuk ke suhu tropis, baik hujan dan panas. Hal itulah yang dikatakannya sudah dipersiapkannya jauh-jauh hari.
Untuk urusan bahan bakar, Mario Iroth memprediksi akan lebih irit dalam hal konsumsi motor tunggangannya. Motor Honda CB500X yang ia gunakan, terbilang irit ketimbang sebelumnya. Iroth menggambarkan, konsumsi bahan bakar motornya 1:38. Artinya jika dikalkulasi, ia bisa membelanjakan bahan bakar sebanyak 1.000 liter.
"Kalau motor sebelumnya, 1:20, jadi saya bisa belanjakan bahan bakar 1.200 liter untuk jarak 24.000 kilometer," katanya. "Ya sekarang paling saya jalan dengan kecepatan 60-70 kilometer per jam saja biar aman."