Musim Hujan Waspada DBD, BPJS Kesehatan: Bisa Dirujuk!

Ilustrasi Demam Berdarah Dengue (DBD)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Menurut Prof. Samsuridjal, pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah krusial untuk mencegah kondisi darurat medis. Ia juga menekankan pentingnya memperluas cakupan imunisasi sebagai bagian dari strategi pencegahan yang komprehensif. 

img_title Beban DBD Tembus Rp9 Triliun, Ini Biaya yang Harus Ditanggung Keluarga Meski Punya JKN

“Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI telah merekomendasikan vaksin dengue ke dalam jadwal imunisasi dewasa untuk bisa melindungi orang dewasa dan lanjut usia. Pencegahan dengue adalah tanggung jawab bersama lintas kelompok usia, dan hanya dapat dicapai melalui kesadaran kolektif serta aksi yang terkoordinasi,” lanjutnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), menjelaskan, anak-anak masih menjadi kelompok paling rentan terhadap infeksi dengue dan berisiko tinggi mengalami dengue berat yang berdampak kematian. 

img_title Cegah DBD Tak Cukup 3M, Kebiasaan Ini Juga Tak Boleh Diabaikan

Di tahun 2024 saja, sekitar 43 persen kasus dengue terjadi pada golongan usia < 14 tahun dengan proporsi kematian terbesar yaitu 53 persen terjadi pada golongan usia 5-14 tahun. Penyebab kematian tersering adalah syok atau renjatan yang terjadi pada hari ke 4-5 demam. 

Seperti diketahui, Demam Berdarah Dengue memiliki tiga fase: 1-3 hari pertama merupakan fase demam; hari ke-4-5 adalah fase kritis; dan hari ke-6-7 adalah fase penyembuhan. Bila demam turun pada hari 4-5 bukan berarti sembuh 100 persen tapi perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya syok. 

img_title DBD Sudah Ada di Indonesia Sejak 1968, Mengapa Sampai Sekarang Belum Tuntas?

“Orang tua perlu berhati-hati dan waspada terhadap adanya syok dalam fase kritis. Bila anak tampak lemas, pucat, kaki tangan dingin, nyeri perut hebat perlu segera berobat ke fasyankes terdekat,” pungkasnya. 

Prof. Hartono menambahkan bahwa sampai saat ini, masih belum ada obat khusus untuk menyembuhkan dengue. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pencegahan, diagnosis  dini dan intervensi segera tepat waktu sangat penting dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas DBD. Pencegahan yang terintegrasi, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, menjalankan program 3M plus terutama di musim hujan penting untuk mengurangi populasi nyamuk. Imunisasi bagi anak-anak yang memenuhi syarat mulai usia empat tahun, memberikan perlindungan terhadap virus dengue,” katanya.

“Lebih lanjut, bila anak telah menderita demam, orang tua memiliki peran sentral dalam membawa anak berobat segera. Mengingat keterlambatan diagnosis dan intervensi berperan dalam terjadinya DBD yang berat. Oleh karena itu, pencegahan merupakan aspek penting yang perlu dilakukan di masyarakat,” tutupnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut