Benarkah Organ Intim Pria Bisa Patah?
- Pixabay
Lifestyle, VIVA – Ternyata kebiasaan sehari-hari yang dilakukan pria tanpa sadar bisa memberikan masalah pada organ intim mereka. Beberapa diantaranya seperti infeksi, iritasi, rasa perih hingga pembengkakan pada penis bisa saja terjadi.
Masalah di atas itu umumnya terjadi akibat gesekan ketika berhubungan suami istri baik itu saat penetrasi maupun oral yang terlalu berlebihan. Tapi ternyata bukan hanya itu saja hal-hal yang bisa menyebabkan masalah yang kurang menyenangkan bagi pria. Ada masalah lainnya yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi pria insiden penis patah, misalnya.
Bagaimana penis bisa patah? Dan jika patah apakah bisa diperbaiki? Melansir laman Times of India, Selasa 18 November 2025, meski Mr. P tidak memiliki tulang, tetapi ada kondisi tertentu di mana Mr. P dapat mengalami apa yang disebut sebagai fraktur penis atau penis patah.
Untuk diketahui, penis sendiri terdiri dari dua ruang jaringan spons yang memanjang di dalam batang penis, yang disebut corpora cavernosa. Di sekelilingnya ada tunica albuginea, yaitu jaringan elastis yang kuat dan dapat meregang saat ereksi. Jaringan inilah yang menahan darah agar tetap berada di dalam ruang ereksi sehingga penis menjadi lebih keras dan kaku. Namun, meskipun terasa sangat keras saat ereksi, pada akhirnya penis tetaplah bagian tubuh yang tersusun dari jaringan dan darah.
Saat berhubungan intim yang terlalu agresif, penis yang sedang ereksi bisa saja tergelincir keluar dan menghantam tulang kemaluan wanita, bokong, paha, atau perineum. Hal ini bisa terjadi pada posisi apa pun, tetapi paling sering saat posisi woman-on-top, karena seluruh berat tubuh wanita dapat menekan penis. Jika penis dalam keadaan keluar dari vagina, risiko “patah” atau robeknya jaringan bisa terjadi.
Biasanya hal ini ditandai dengan bunyi seperti “pop” atau “crack,” yang diikuti rasa sakit hebat dan pembengkakan. Penis juga bisa tampak memar gelap akibat darah yang keluar dari corpora cavernosa. Pada 10 hingga 30 persen kasus, uretra juga ikut mengalami kerusakan, dan darah mungkin terlihat keluar dari ujung penis.