Epidemiolog Ungkap Risiko Penyakit yang Mengintai Pasca Banjir

Kondisi korban banjir di Aceh Tamiang
Sumber :
  • Instagram @yosamhd

VIVA – Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera pada akhir November lalu bukan hanya menimbulkan kerusakan. Banjir dan tanah longsor juga bisa meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.

img_title Banjir dan Longsor Terjang Aceh Selatan, 4 Desa Terendam, Jalan Nasional Terdampak

Disebut oleh Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman biasanya penyakit pasca banjir akan muncul 3 hingga 14 hari pertama, atau bahkan bisa lebih cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Banjir bukan hanya membawa air tapi juga ada kotoran manusia, kotoran hewan, ada limbah rumah tangga, ada bangkai hewan, ada lumpur yang tercemar, ada bakteri, virus, parasit. Dan secara medis artinya itu semua akan berpengaruh dan penyakit pasca banjir. Paling sering muncul dalam 3 sampai 14 hari pertama. Bahkan bisa lebih cepat,” kata dia saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa 9 Desember 2025.

img_title Anak Sakit Serius, Orang Tua Juga Rentan Stres: Mengapa Dukungan Emosional Penting?

Beberapa penyakit yang membayang-bayangi korban banjir Sumatera antara lain adalah penyakit saluran cerna akibat air dan makanan yang tercemar. Disebutnya penyakit ini paling sering dialami bahkan memiliki risiko kefatalan berupa kematian jika terlambat ditangani.

”Penyakit saluran cerna atau pencenaan akibat air dan makanan yang tercemar. Itu bisa dalam bentuk penyakit diare akut ya, bahkan typhoid ya. Meskipun sudah jarang kolera juga masih bisa dimungkinkan muncul termasuk hepatitis,” kata dia.

img_title DEN Wanti-Wanti Prabowo soal El Nino dan La Nina, Ini Dampaknya bagi Pangan Indonesia

Selain itu, juga yang patut diwaspadai adalah dehidrasi berat di tengah keterbatasan cairan, misalnya intaravena. Disebutnya masalah ini bisa menyebabkan fatalitas terutama pada kelompok bayi dan lansia.

Kedua, penyakit yang juga membayang-bayangi korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera adalah leptospirosis. Diungkap Dicky penyakit ini juga bisa mengancam para korban banjir. Hal ini terjadi karena banjir membuat paparan manusia terhadap air kencing tikus semakin luas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Leptospirosis ini masuknya itu adanya luka kecil di kulit, di area banjir, kemudian kena mata atau mulut. Nah ini yang bisa juga fatal ya dan terjadi gagal ginjal juga bisa terjadi,” kata dia.

Korban banjir juga dibayang-bayangi dengan penyakit kulit seperti gatal-gatal, jamuran, infeksi bernanah atau keluhan kulit lainnya. Hal ini terjadi karena kulit terus terendam banjir yang tercemar  kotoran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut