Curah Hujan Naik, Cuaca Tak Menentu: Waspada DBD
- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
"Program vaksinasi ini diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan yang selama ini telah dijalankan bersama, di mana masyarakat tetap perlu disiplin menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak, sambil membangun perlindungan dari dalam tubuh melalui vaksinasi. Pelaksanaan program vaksinasi dengue di Bulungan menjadi momen penting, karena menandai dimulainya tahap implementasi yang konkret untuk melindungi anak-anak usia sekolah yang termasuk kelompok rentan, dengan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Desember 2025 melalui sosialisasi kepada petugas kesehatan di Puskesmas, koordinasi lintas sektor dalam pemenuhan sarana prasarana, dilanjutkan sosialisasi kepada lintas sektor dan masyarakat pada 6 Januari, serta peresmian yang dilakukan hari ini,” bebernya.
Pada tahap awal, vaksinasi direncanakan diberikan kepada 725 anak usia 9–13 tahun atau kelas 3, 4, dan 6 pada 13 Sekolah Dasar serta kelas 7 Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, dengan pelaksanaan yang dipersiapkan secara seksama mulai dari skrining kesehatan sebelum vaksinasi, pelaksanaan vaksinasi oleh tenaga kesehatan terlatih, hingga observasi pasca imunisasi.
Shadiq Akasya, Presiden Direktur PT Bio Farma, memandang penguatan pencegahan dengue membutuhkan langkah yang konsisten dan berkelanjutan, dengan edukasi yang jelas kepada para pemangku kepentingan agar program dapat dipahami dan dijalankan dengan baik.
“Melalui dukungan pada program publik seperti yang dimulai oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Bulungan ini, kami berharap lebih banyak masyarakat bisa mendapatkan manfaat perlindungan terhadap virus dengue. Bio Farma akan terus berkomitmen memastikan ketersediaan dan dukungan pelaksanaan program secara bertahap, sebagai bagian dari kontribusi kami dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional,” pungkasnya.
Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menambahkan, pelaksanaan vaksinasi dengue di Kalimantan Utara, menambah daftar 12 wilayah di Indonesia yang telah menerapkan program vaksinasi publik untuk melindungi anak-anak dari dengue.
“Dengue memberikan beban besar bagi Indonesia, tidak hanya pada sistem kesehatan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Pada tahun 2024, BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta rawat inap akibat dengue, dengan biaya mendekati Rp3 triliun, belum termasuk kasus-kasus yang dilaporkan selama terjadi wabah, dan dampak emosional serta sosial yang ditanggung pasien dan keluarga. Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra jangka panjang dalam upaya pencegahan dengue di Indonesia, melalui kolaborasi, edukasi, dan penyediaan akses terhadap pencegahan inovatif kami,” tutupnya.