Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans di ‘Broken Strings’, Kenali Tanda-Tanda Grooming dan Dampaknya pada Korban

Aurelie Moeremans.
Sumber :
  • Instagram @aurelie

Jakarta, VIVA – Aktris Aurelie Moeremans baru-baru ini membuat publik terkejut lewat memoarnya yang viral berjudul Broken Strings. Dalam buku ini, Aurelie membuka pengalaman pribadinya menjadi korban grooming sejak remaja. 

img_title Aurelie Moeremans Geram YTR Masih Dicari Kesalahannya Meski Jadi Korban, Singgung soal Hal Ini

Ia menceritakan bagaimana manipulasi yang tampak halus dan perhatian berlebihan dari seorang dewasa membuatnya terisolasi dan rentan mengalami kekerasan emosional dan seksual. Scroll untuk info lebih lanjut...

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kisah Aurelie menunjukkan bahwa grooming sering sulit dikenali, karena pelaku bisa tampak ramah, menyenangkan, dan bahkan dipercaya oleh keluarga. Memoar ini menjadi peringatan penting bagi orang tua, pengasuh, dan anak muda untuk memahami tanda-tanda perilaku manipulatif. 

img_title Aurelie Moeremans Soroti Kasus YTR, Ungkap Pola Toxic Relationship Mirip Pengalaman Pribadi

Publik yang membaca buku ini merasa terhubung dengan cerita Aurelie, sehingga diskusi tentang pencegahan grooming kembali ramai. Selain menyoroti pengalaman traumatisnya, Aurelie juga menekankan pentingnya edukasi dan komunikasi terbuka antara anak dan orang dewasa. 

Ia mendorong orang tua untuk mengenali perilaku mencurigakan sejak dini dan membekali anak dengan keterampilan keselamatan pribadi. Buku ini pun menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya grooming.

img_title Terulang Lagi! Kasus Pelecehan Seksual di Roblox, Gadis Jadi Korban

Apa Itu Grooming? 

Aurelie Moeremans

Photo :
  • IG @aurelie

Melansir dari Brave Heart, Senin, 12 Januari 2026, grooming adalah tahap persiapan sebelum terjadinya kekerasan seksual pada anak, di mana pelaku membangun kepercayaan dan rasa aman dengan anak serta orang-orang di sekitarnya. Tujuannya adalah agar anak merasa nyaman dan patuh, sementara rahasia disimpan agar pelecehan tidak terungkap. 

Grooming bisa terjadi secara langsung (tatap muka) maupun online. Pelaku sering tampak ramah, menyenangkan, dan perhatian, sehingga sulit dikenali. Mereka bisa memberi hadiah, pujian, atau perhatian khusus untuk menciptakan hubungan “istimewa” dengan anak. 

Perilaku ini tidak hanya menarget anak, tapi juga orang tua atau pengasuh agar anak lebih mudah diisolasi dan dikendalikan.

Tanda-Tanda Grooming yang Perlu Diwaspadai

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Pemilihan Korban (Victim Selection)

Pelaku cenderung mencari anak yang patuh, mudah percaya pada orang dewasa, kurang percaya diri, kesepian, atau kurang diawasi oleh keluarga. Anak dengan kebutuhan khusus atau yang tidak dekat dengan orang tua juga lebih rentan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut