Nyeri di Area Intim Pria, Normal atau Perlu Waspada?
- Doc. Unsplash
2. Batu Ginjal, Sembelit, Hernia, atau Masalah Pencernaan
Saraf yang menuju buah zakar berasal dari banyak area di perut, termasuk lambung, ginjal, dan saluran pencernaan. Sembelit atau batu ginjal bisa menekan saraf ini, sehingga buah zakar terasa nyeri.
Begitu juga jika pernah mengalami hernia atau operasi hernia. Rasa sakit ini disebut referred pain, artinya sumber masalah bukan di buah zakar, tapi rasa sakit terasa sampai di sana.
3. Vasektomi
Rasa sakit setelah vasektomi atau prosedur pengendalian kelahiran dengan menutup saluran sperma jarang terjadi, tapi bisa saja muncul. Menurut American Urological Association, hanya 1–2 persen pria mengalami nyeri kronis setelah prosedur ini.
Penyebabnya mungkin karena kerusakan saraf lokal, tapi bisa diperbaiki dengan prosedur medis jika diperlukan. Jadi, jangan terlalu khawatir jika mempertimbangkan vasektomi.
4. Hidrokel
Setiap buah zakar memiliki sedikit cairan di sekitarnya, tapi kadang keseimbangan cairan terganggu dan menumpuk. Kondisi ini disebut hidrokel. Biasanya tidak nyeri, tapi buah zakar terasa berat dan bengkak.
Jika muncul pembengkakan, sebaiknya periksa ke dokter. Hidrokel bisa hilang sendiri dalam enam bulan, tapi kadang memerlukan operasi.
5. Spasme Otot Lantai Panggul
Nyeri buah zakar juga bisa berasal dari otot panggul yang tegang atau tidak bekerja dengan baik. Kondisi ini umum dan bisa memengaruhi jutaan pria setiap tahun.
Penanganannya meliputi biofeedback, obat-obatan, fisioterapi panggul, dan teknik relaksasi.
6. Varikokel
Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah di skrotum, mirip dengan varises pada kaki. Biasanya menimbulkan ketidaknyamanan, bukan nyeri tajam. Kadang terasa penuh atau seperti sekantong cacing.
Varikokel bisa memengaruhi kualitas dan produksi sperma, sehingga dokter biasanya memeriksa kondisi ini jika ada masalah kesuburan. Pada kasus parah, operasi diperlukan untuk mengalihkan aliran darah dari pembuluh yang rusak ke yang sehat.