Campak Bisa Terjadi pada Dewasa, Kenali Gejalanya
- Alex.Photography dari Freepik
Kenapa Orang Dewasa Rentan Terkena Campak?
Di sisi lain, spesialis penyakit dalam Dr.dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD,K-A-I, FINASIM menjelaskan bahwa ada beberapa alasan mengapa orang dewasa rentan terkena campak. Pertama terkait riwayat vaksinasi yang tidak lengkap.
“Ternyata riwayat vaksinasi tidak lengkap. Banyak orang dewasa tidak pernah atau mungkin 1 dosis. Antibody menurun setelah 15-20 tahun pasca vaksinasi,” jelas dia.
Dijelaskan Sukamto, orang-orang dengan kondisi tertentu seperti pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan pasien autoimun juga rentan terpapar virus campak.
“Atau ada keadaan-keadaan tertentu seperti seseorang yang harus menjalani kemoterapi. Itu daya tahan tubuhnya akan turun atau orang yang menderita autoimun dan membutuhkan obat-obatan yang menurunkan kekebalan,” jelasnya,
Kemudian ada juga kondisi primary vaccine failure, yang mana terjadi ketika tubuh tidak membentuk kekebalan sama sekali setelah vaksinasi. Artinya, sistem imun tidak merespons vaksin dengan baik sejak awal.
“Ada yang namanya primay vaccine failure itu sekitar 5 persen. Tidak respon terhadap 1 dosis. Jadi maka dari itu kenapa vaksin campak pada orang dewasa disarankan dua dosis, bulan pertama dan bulan kedua (jeda vaksin yang diberika) 28 hari kemudian,” jelasnya.
Kemudian juga bisa karena berkurangnya natural boosting, yang mana sirkulasi virus menurun dan tidak ada boosting alami. Lalu kelompok orang dewasa rentan dan muda seperti orang HIV/AIDS.
“Penyakit kronis kencing manis, gagal ginjal, paru, jantung kronik, tenaga kesehatan yang terpapar tinggi karena terus menerus yang terpapar virus. Wisatawan yang ke daerah endemis/KLB. Ibu hamil, ini risiko kelahiran premature dan seterusnya,” kata dia.