Mau Ikut Marathon di Berlin Gratis? Begini Caranya

Ilustrasi lari.
Sumber :
  • Freepik/master1305

Jakarta, VIVA – Tren lari di Indonesia tampaknya belum menunjukkan tanda melambat. Setelah beberapa tahun terakhir dipenuhi euforia fun run, half marathon, hingga marathon internasional, kini semakin banyak pelari Indonesia yang mulai memasang target lebih tinggi: menembus ajang World Marathon Majors (WMM), termasuk marathon di Berlin yang dikenal sebagai salah satu lomba lari paling bergengsi di dunia.

img_title 3.000 Pelari Ramaikan Cianjur, Olahraga Jadi Cara Kenalkan Kota Santri

Bagi komunitas pelari, bisa berlari di Berlin bukan sekadar soal olahraga. Ajang ini dianggap sebagai pencapaian besar karena slot peserta yang terbatas dan persaingan global yang ketat. Tidak sedikit pelari yang harus mencoba berkali-kali hanya untuk mendapatkan kesempatan berlari di sana. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat antusiasme tersebut, program bertajuk Road to Marathon in Berlin 2026 dibuka, yang memberi kesempatan bagi empat peserta asal Indonesia untuk mendapatkan paket perjalanan penuh menuju Marathon in Berlin 2026.

img_title 6.000 Peserta Ikuti Ajang Lari di BSD dengan Rute Bersertifikat PB PASI

Program yang berlangsung mulai 1 April hingga 30 Juni 2026 ini mencakup biaya ballot marathon, tiket pesawat, akomodasi, hingga uang saku selama di Berlin.

Menurut Country Head PT Vinda Internasional Indonesia, Abraham Nandiwardhana, pemilihan Marathon in Berlin bukan tanpa alasan. Ia menilai semangat dalam ajang tersebut memiliki kesamaan dengan filosofi konsistensi yang selama ini dibangun brand tersebut.

img_title 1.765 Pelari dari 15 Negara Taklukkan Jalur Vulkanik Gunung Tangkuban Perahu

"Tempo lahir dari satu keyakinan — bahwa kualitas bukan kemewahan sesaat, melainkan standar hidup yang dipegang setiap hari. Lari marathon di Berlin merepresentasikan hal yang sama: konsistensi, ketahanan, dan performa terbaik yang lahir dari pilihan personal yang tidak pernah setengah-setengah. Program ini adalah cara kami menghadirkan spirit secara nyata, kepada konsumen Indonesia yang memang sudah hidup dengan standar tersebut," ujar Abraham saat konferensi pers di Jakarta, Selasa 12 Mei 2026. 

Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari memang semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025 saja, tercatat lebih dari 550 ajang lari digelar di berbagai kota di Indonesia. Dari sekadar aktivitas akhir pekan, lari kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup urban yang identik dengan kesehatan, komunitas, hingga pencapaian personal.

Tak heran, komunitas lari juga mulai menjadi bagian penting dalam perkembangan kultur olahraga ini. Dalam program tersebut, Tempo sejumlah komunitas digandeng seperti RIOT Indonesia, Serikat Pelarian, Wake and Run, hingga Indo Runner Surabaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masing-masing komunitas memiliki referral code tersendiri yang bisa digunakan peserta saat mengikuti program. Komunitas dengan penggunaan referral code terbanyak nantinya juga berkesempatan mengirimkan perwakilan mereka ke Berlin.

Cara mengikuti program ini pun cukup sederhana. Peserta hanya perlu membeli produk tisu Tempo di sejumlah retail tertentu, lalu mengunggah struk pembelian melalui QR code atau akun Instagram resmi @tempoindonesia. Setelah proses verifikasi selesai, peserta dapat memantau akumulasi transaksi melalui sistem leaderboard.

SEATRC 2026

Polemik SEATRC 2026, PP ALTI Minta Hak Atlet Segera Diselesaikan

Sejumlah atlet dan pegiat olahraga lari trail menyuarakan protes terkait pelaksanaan South East Asia Trail Run Confederation Cup (SEATRC) 2026 di kawasan Gunung Gede Pang

img_title
VIVA.co.id
11 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut