Ruben Onsu Sulit Bertemu Anak, Ternyata Ini yang Bisa Dirasakan Sang Buah Hati

Ruben Onsu dan Sarwendah
Sumber :
  • Kolase VIVA/ Tangkapan Layar YouTube Trans TV Official/ Instagram @sarwendah29

VIVA –Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah terus menyita perhatian publik. Sebagaimana diketahui, sejak awal bulan ini keduanya berselisih setelah Ruben kesulitan untuk bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya setelah perceraian.

img_title Tak Terima Cicilan Rumah Mewah Dibebankan ke Sarwendah, Kuasa Hukum Singgung Akta 49 ke Ruben Onsu

Padahal  setelah perceraian sebenarnya sudah ada kesepakatan yang mengatur mengenai waktu kebersamaan Ruben dengan anak-anaknya. Dalam perjanjian tersebut, Ruben disebut memiliki hak untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anak selama dua hingga tiga hari setiap minggu. Namun hingga kini kesepakatan tersebut belum terlaksana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya orang tua yang merasakan kesedihan, anak juga bisa mengalami dampak emosional ketika jarang bertemu ayah atau ibunya setelah perceraian. Melansir laman Austrealian Institute of Family Studies, Jumat 19 Juni 2026, anak-anak juga dapat merasakan dampak emosional yang sangat besar ketika jarang bertemu salah satu orang tua setelah perceraian. 

img_title Sindir Sarwendah Soal Cicilan Rumah, Pengacara Ruben Onsu: Jangan Jadikan Kebaikan Menjadi Kewajiban

Dijelaskan bahwa minimnya interaksi dengan ayah atau ibu sering kali memunculkan perasaan ditinggalkan, ditolak, sedih, dan bingung. Jika perasaan-perasaan tersebut tidak tersalurkan dengan baik, seiring waktu dampaknya bisa muncul dalam bentuk kecemasan, perubahan perilaku, hingga kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial.

Berikut beberapa dampak emosional yang umum dialami anak:

img_title Sarwendah Ngamuk Cicilan Rumah Mewah Cipete Dibebankan Kepadanya, Sebut Ruben Onsu Tak Tanggung Jawab

1. Merasa Ditolak dan Kurang Berharga

Anak sering kali belum mampu memahami alasan sebenarnya mengapa salah satu orang tua jarang hadir dalam hidup mereka. Akibatnya, mereka bisa menyalahkan diri sendiri dan berpikir bahwa ketidakhadiran orang tua tersebut terjadi karena mereka tidak cukup baik atau tidak cukup disayangi.

2. Mengalami Kesedihan dan Kehilangan

Melansir laman Associaton of Child Psychotherapists, perceraian tidak hanya mengubah hubungan antara suami dan istri, tetapi juga mengubah kehidupan anak. Mereka kehilangan kebersamaan keluarga yang sebelumnya menjadi bagian dari keseharian. Selain itu, anak juga bisa merasa terjebak di antara dua pihak dan mengalami konflik batin karena ingin tetap dekat dengan kedua orang tuanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Muncul Rasa Cemas dan Tidak Aman

Hubungan yang tidak stabil atau jarangnya pertemuan dengan salah satu orang tua dapat membuat anak merasa tidak memiliki kepastian. Kondisi ini bisa memicu rasa takut ditinggalkan, kesulitan mempercayai orang lain, bahkan terbawa hingga mereka dewasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut