Sering Pusing Mendadak? Hati-hati, Ini 8 Penyebab Darah Rendah yang Jarang Disadari
- U-Report
Jakarta, VIVA – Tekanan darah merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan kondisi kesehatan seseorang. Ketika tekanan darah berada di bawah angka normal, tubuh bisa mengalami berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas sehari hari.Â
Kondisi ini dikenal sebagai darah rendah atau hipotensi. Meski sering dianggap tidak berbahaya, darah rendah yang terjadi terus menerus dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius apabila tidak ditangani dengan tepat.
Gejala darah rendah dapat bervariasi pada setiap orang. Beberapa di antaranya meliputi pusing, lemas, pandangan kabur, sulit berkonsentrasi, hingga pingsan.Â
Dalam banyak kasus, tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh faktor sederhana seperti kurang minum air putih. Namun, ada pula kondisi medis tertentu yang dapat memicu hipotensi dan memerlukan perhatian khusus.Â
Sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui berbagai penyebab darah rendah agar dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat. Melansir dari Mayo Clinic, berikut beberapa penyebab darah rendah yang perlu Anda ketahui.Â
1. Dehidrasi atau Kekurangan Cairan
Dehidrasi menjadi salah satu penyebab darah rendah yang paling umum. Saat tubuh kehilangan banyak cairan akibat kurang minum, diare, muntah, demam, atau berkeringat berlebihan, volume darah dalam tubuh akan berkurang.
Akibatnya, tekanan darah dapat menurun dan memicu gejala seperti pusing, lemah, serta mudah lelah. Untuk mencegah kondisi ini, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan setiap hari, terutama saat cuaca panas atau setelah berolahraga.
2. Kekurangan Zat Besi dan Nutrisi Penting
Kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat dapat menyebabkan anemia. Kondisi ini membuat jumlah sel darah merah dalam tubuh menurun sehingga kemampuan darah membawa oksigen menjadi tidak optimal.
Ketika tubuh kekurangan oksigen, seseorang dapat mengalami gejala seperti lemas, mudah mengantuk, dan tekanan darah yang lebih rendah dari biasanya. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dapat membantu mengurangi risiko kondisi ini.
3. Gangguan Jantung
Jantung memiliki peran utama dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Jika terjadi gangguan pada organ ini, aliran darah dapat terganggu sehingga tekanan darah menurun. Beberapa masalah jantung yang dapat menyebabkan darah rendah antara lain detak jantung yang terlalu lambat, gangguan katup jantung, gagal jantung, hingga riwayat serangan jantung. Jika darah rendah disertai nyeri dada atau sesak napas, segera periksakan diri ke dokter.
4. Gangguan Hormon
Keseimbangan hormon dalam tubuh berpengaruh terhadap tekanan darah. Beberapa gangguan hormon yang dapat memicu hipotensi antara lain penyakit Addison, gangguan kelenjar tiroid, diabetes, dan hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah. Ketika produksi hormon terganggu, kemampuan tubuh dalam mengatur tekanan darah juga dapat ikut terpengaruh.
5. Kehamilan
Perubahan yang terjadi selama masa kehamilan juga dapat menyebabkan tekanan darah menurun. Pada trimester pertama dan kedua, pembuluh darah biasanya mengalami pelebaran untuk mendukung pertumbuhan janin.
Akibatnya, tekanan darah ibu hamil dapat menjadi lebih rendah dibandingkan kondisi normal. Meski umumnya tidak berbahaya, ibu hamil tetap perlu memantau kondisi kesehatannya secara rutin.
6. Kehilangan Darah dalam Jumlah Banyak
Kehilangan darah akibat kecelakaan, cedera, operasi, atau perdarahan internal dapat menyebabkan volume darah dalam tubuh berkurang secara signifikan. Semakin banyak darah yang hilang, semakin besar risiko tekanan darah turun drastis. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena dapat membahayakan keselamatan pasien.
7. Infeksi Berat dan Reaksi Alergi Parah
Infeksi berat yang menyebar ke seluruh tubuh dapat menyebabkan tekanan darah turun secara drastis. Kondisi ini dikenal sebagai sepsis dan termasuk keadaan darurat medis. Selain itu, reaksi alergi berat atau anafilaksis juga dapat memicu penurunan tekanan darah secara tiba tiba. Gejalanya sering disertai sesak napas, pembengkakan, dan penurunan kesadaran.
8. Efek Samping Obat Obatan
Beberapa jenis obat diketahui dapat menurunkan tekanan darah sebagai efek samping. Contohnya adalah obat tekanan darah tinggi, diuretik, obat untuk penyakit Parkinson, hingga beberapa jenis antidepresan.Â
Jika Anda merasa tekanan darah sering menurun setelah mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut. Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa arahan tenaga medis.
Cara Mencegah Darah Rendah
Mencegah darah rendah dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Pastikan Anda cukup minum air putih setiap hari, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, serta beristirahat yang cukup.
Selain itu, hindari berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring karena dapat memicu penurunan tekanan darah secara mendadak. Jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu yang berhubungan dengan hipotensi, lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar kondisi tetap terkontrol.
Darah rendah memang tidak selalu berbahaya, tetapi kondisi ini juga tidak boleh dianggap sepele. Dengan mengenali berbagai penyebab darah rendah sejak dini, Anda dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.