Benarkah Parfum Tidak Boleh Disemprotkan ke Leher?

Ilustrasi Parfum Pria
Sumber :
  • U-Report

Kombinasi bahan parfum dan sinar ultraviolet berpotensi memicu perubahan warna kulit, terutama jika area leher sering terpapar matahari tanpa perlindungan. Karena itu, banyak ahli menyarankan agar parfum tidak disemprotkan secara berlebihan pada area yang sering terkena sinar matahari langsung.

img_title Dari Makeup hingga Parfum, Begini Perubahan Tren Kecantikan di Indonesia

4. Kandungan Parfum Masih Terus Diteliti

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Parfum modern mengandung berbagai senyawa untuk menghasilkan aroma yang tahan lama. Beberapa di antaranya, seperti phthalates, paraben, dan synthetic musks, masih menjadi bahan penelitian karena diduga dapat memengaruhi sistem hormon dalam kondisi tertentu.

img_title Beda Body Mist, Eau de Parfum dan Extrait de Parfum, Mana yang Wanginya Paling Tahan Lama?

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa paparan dari parfum sehari-hari umumnya berada dalam jumlah yang relatif rendah. Hingga kini juga belum ada bukti bahwa menyemprot parfum di leher memberikan risiko yang lebih besar dibandingkan area tubuh lainnya. Yang lebih menjadi perhatian adalah paparan bahan kimia dari berbagai produk yang digunakan setiap hari secara terus menerus dalam jangka panjang.

Cara Lain Menggunakan Parfum yang Lebih Aman

img_title Jangan Tunggu Kulit Mulai Kendur, Dokter Ungkap Mengapa Kolagen Perlu Diperhatikan Sejak Usia 30-an

Apabila Anda ingin tetap menikmati aroma parfum tanpa meningkatkan risiko iritasi kulit, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan.

Anda dapat menyemprotkan parfum pada pakaian apabila jenis kain memungkinkan, atau memilih area kulit yang tidak terlalu sensitif seperti pergelangan tangan. 

Hindari menyemprot parfum pada kulit yang sedang terluka, mengalami iritasi, atau baru selesai dicukur karena dapat memicu rasa perih.

Selain itu, gunakan parfum secukupnya. Menyemprot terlalu banyak tidak selalu membuat aroma bertahan lebih lama, justru dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit dan mengganggu orang di sekitar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itu dia penjelasan mengenai fakta penggunaan parfum di leher. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa menyemprot parfum di leher dapat merusak kelenjar tiroid.

Namun, penggunaan parfum secara langsung pada area tersebut tetap berpotensi menimbulkan iritasi, alergi, maupun perubahan warna kulit pada sebagian orang. Agar lebih aman, gunakan parfum secara bijak, sesuai kebutuhan, dan perhatikan reaksi kulit setelah pemakaian.

Ilustrasi kerutan di dahi/keriput.

Ingin Kulit Tetap Kencang saat Menua? Jangan Hanya Fokus pada Kerutan

Jika sebelumnya perawatan estetika kerap dikaitkan dengan perubahan wajah yang terlihat jelas, kini semakin banyak perhatian tertuju pada kualitas kulit, tampilan natural

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut