Berapa Takaran Gula Harian? Ini Batas Aman yang Perlu Diketahui
- U-Report
VIVA – Tren makanan dan minuman manis terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Beragam minuman kekinian seperti kopi susu, boba, teh dengan aneka topping, hingga dessert viral semakin mudah ditemukan di berbagai tempat. Tak hanya itu, makanan ringan dan minuman kemasan dengan cita rasa manis juga menjadi pilihan banyak orang untuk menemani aktivitas sehari-hari.
Di balik popularitasnya, konsumsi gula yang berlebihan perlu menjadi perhatian. Terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan apabila dilakukan secara terus-menerus. Karena itu, menerapkan pola makan seimbang dengan membatasi asupan gula menjadi salah satu langkah sederhana untuk memulai gaya hidup sehat.
Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjalani gaya hidup sehat pun terus meningkat. Banyak orang mulai memperhatikan komposisi makanan yang dikonsumsi, memilih bahan makanan yang lebih alami, hingga rutin berolahraga. Salah satu kebiasaan yang dapat diterapkan sejak dini adalah mengendalikan konsumsi gula harian.
Berapa Takaran Gula Harian yang Dianjurkan?
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram per orang per hari atau setara dengan 4 sendok makan. Jumlah tersebut merupakan batas maksimal yang disarankan agar asupan gula tetap terkendali sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Perlu dipahami bahwa batas tersebut bukan hanya berasal dari gula yang ditambahkan saat memasak atau membuat minuman. Kandungan gula yang terdapat dalam makanan dan minuman kemasan juga termasuk dalam total konsumsi gula harian.
Artinya, seseorang yang telah mengonsumsi minuman manis dalam kemasan, camilan, atau makanan penutup perlu menghitung seluruh kandungan gula tersebut agar tidak melebihi batas yang dianjurkan.
Gula Tersembunyi Sering Tidak Disadari
Banyak orang mengira konsumsi gula hanya berasal dari gula pasir yang ditambahkan ke dalam teh atau kopi. Padahal, berbagai produk olahan seperti minuman kemasan, sereal, yogurt berperisa, biskuit, hingga saus juga dapat mengandung gula tambahan.
Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri membaca informasi nilai gizi pada kemasan sebelum membeli suatu produk. Dengan cara ini, masyarakat dapat mengetahui jumlah gula yang terkandung sehingga lebih mudah mengontrol asupan harian.