PDHI Soroti Kesejahteraan Hewan di Jabar

Dokter Hewan Soroti Kasus Hewan Terlantar karena Hanya Mengikuti Tren
Sumber :
  • Ist

Jakarta, VIVA – Kesehatan hewan peliharaan tidak hanya berdampak pada hewan itu sendiri, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

img_title Personel Gabungan Padamkan Sebagian Titik Api di Gunung Ciremai, KDM Turun Langsung ke Lokasi

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, Mirjawal, mengatakan merawat hewan dengan baik merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan orang yang hidup di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Merawat hewan itu bukan hanya sekadar menjaga kesehatannya, tapi merawat hewan itu adalah bagian menjaga masyarakat dan yang terutama adalah keluarga kita sendiri,” kata Mirjawal saat ditemui di Acara Baksos Steril Kucing Gratis di Puskeswan Setu, Kabupaten Bekasi pada Kamis 20 Agustus 2026.

img_title Jabar Raih Peringkat Pertama di Indonesia Muslim Travel Index 2026

Sebagai dokter hewan praktisi, Mirjawal melihat masih ada sejumlah hal mendasar yang kerap luput dari perhatian pemilik hewan. Salah satunya adalah kebersihan saat merawat kucing.

Menurut dia, pemilik perlu rutin membersihkan kotak pasir atau litter box, tidak membiarkan kotoran menumpuk, serta mencuci tangan setelah membersihkannya.

img_title Sudaryono Geram Melihat Tingkah Korwil SPPG Purwakarta karena Cambuk Anggotanya: Parah Sekali

“Yang paling sering dilupakan itu mungkin saat membersihkan litter box, lupa mencuci tangan, kemudian lupa membuang pup yang sudah menumpuk di litter box,” ujarnya.

Kebersihan juga perlu diikuti dengan perhatian terhadap kondisi fisik hewan, terutama setelah kucing berkelahi dan mengalami gigitan atau cakaran.

Mirjawal mengatakan luka pada kucing terkadang tidak terlihat jelas dari luar. Meski tampak kecil, luka akibat gigitan atau cakaran dapat mengalami infeksi hingga membentuk abses atau kumpulan nanah di bawah kulit.

“Misalkan dia berantem sama temannya, habis dicakar bisa bengkak, di bawahnya isi nanah, infeksi, jadi abses. Itu sering terjadi, padahal di luarnya enggak terlihat luka,” kata Mirjawal.

Pemilik, lanjut dia, terkadang baru menyadari masalah setelah muncul pembengkakan. Saat kucing dibawa ke klinik dan diperiksa dokter hewan, bagian tersebut sudah mengalami infeksi dan bernanah.

Karena itu, Mirjawal menyarankan pemilik memeriksa tubuh kucing setelah berkelahi. Jika ditemukan luka, area tersebut perlu segera dibersihkan. Apabila muncul pembengkakan atau tanda infeksi, hewan sebaiknya diperiksakan ke dokter hewan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vaksinasi dan Perawatan Rutin

Selain menjaga kebersihan dan menangani luka, pemilik perlu melakukan langkah pencegahan penyakit. Mirjawal mengingatkan pentingnya vaksinasi serta pemberian obat cacing dan obat kutu sebagai bagian dari perawatan rutin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut