Stigma Takut ke Dokter Gigi, Begini Cara Mengatasinya

Ilustrasi dokter gigi
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Takut pergi ke dokter gigi masih menjadi persoalan yang cukup umum di masyarakat. Sebagian orang bahkan memilih menunda pemeriksaan sampai rasa sakit muncul atau kondisi gigi semakin mengganggu aktivitas. Stigma lama bahwa perawatan gigi selalu identik dengan rasa sakit, suara alat medis, hingga tindakan yang membuat tidak nyaman menjadi salah satu alasan seseorang enggan memeriksakan kesehatan giginya.

img_title Setiap Usia Punya Masalah Gigi Berbeda, Begini Cara Menjaganya

Padahal, perkembangan layanan kesehatan gigi kini tidak hanya berfokus pada tindakan medis. Kemajuan teknologi, kualitas pelayanan, serta pengalaman pasien turut menjadi bagian yang semakin diperhatikan untuk membuat kunjungan ke dokter gigi terasa lebih nyaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, bagaimana cara mengurangi rasa takut tersebut? Berikut beberapa hal yang dapat membantu.

img_title Selain Disikat, Ini Kebiasaan Menjaga Kesehatan Gigi yang Sering Terabaikan

1. Pahami dari Mana Rasa Takut Berasal

Rasa takut ke dokter gigi dapat muncul karena berbagai pengalaman. Ada orang yang pernah mengalami prosedur menyakitkan, sementara lainnya merasa cemas hanya karena membayangkan suara alat atau tindakan medis yang akan dijalani.

img_title Hampir 4 dari 10 Orang Dewasa Alami Karies, Kenapa Gigi Berlubang Masih Banyak Terjadi?

Pengalaman buruk pada masa kanak-kanak juga dapat terbawa hingga dewasa. Ketika seseorang mengasosiasikan dokter gigi dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan, pemeriksaan rutin pun berpotensi terus ditunda.

Padahal, menunggu sampai sakit justru dapat membuat masalah gigi semakin kompleks. Pemeriksaan berkala dapat membantu menemukan gangguan lebih awal sehingga dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai.
 

2. Pilih Layanan yang Mengutamakan Kenyamanan Pasien

Mengatasi rasa takut ke dokter gigi tidak selalu berkaitan dengan teknologi medis. Cara pasien diperlakukan selama berada di fasilitas kesehatan juga dapat memengaruhi pengalaman mereka.

Pendekatan pelayanan yang lebih ramah dan nyaman dapat membantu mengurangi kecemasan, terutama bagi pasien yang memiliki pengalaman kurang menyenangkan sebelumnya.

Gagasan untuk menciptakan pengalaman perawatan gigi yang nyaman dan menyenangkan juga berkembang melalui berbagai konsep layanan yang tidak lagi terpaku pada suasana ruang praktik konvensional.

3. Pengalaman Unik Bisa Mengubah Persepsi terhadap Dokter Gigi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan pengalaman pasien menjadi salah satu cara untuk mengikis stigma bahwa dokter gigi selalu identik dengan ketegangan dan rasa takut.

Konsep ruang perawatan kini dapat dibuat dengan berbagai pendekatan, mulai dari nuansa Japanese-inspired, beauty salon, fashion boutique, cafe, hingga premiere movie theatre.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut