Gen Z hingga Boomer, Begini Cara 4 Generasi Hadapi Krisis Keuangan

Ilustrasi Uang
Sumber :
  • Freepik/rawpixel.com

Situasi tersebut membuat sebagian milenial lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan besar. Membeli rumah, menikah, atau memiliki anak tidak selalu dianggap sebagai sesuatu yang harus dilakukan secepat mungkin.

img_title Mantri BRI Jaga Asa Pelaku Usaha Cianjur Selatan Meski Terobos Kabut hingga Jalan Terjal

Daripada memaksakan diri memenuhi standar kehidupan generasi sebelumnya, sebagian milenial memilih menunda berbagai pencapaian tersebut. Mereka juga lebih terbiasa mengurangi keinginan dan hidup dengan apa yang benar-benar mampu dibayar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Gen Z Berusaha Bertahan dengan Banyak Cara

img_title HUT RI ke-81, OJK Tegaskan Perkuat Kontribusi Jasa Keuangan Genjot Ekonomi Nasional

Gen Z menghadapi dunia kerja dan biaya hidup yang tidak mudah ketika mulai memasuki usia dewasa. Harga hunian yang tinggi, biaya kebutuhan sehari-hari, serta persaingan pekerjaan membuat hidup mandiri menjadi tantangan tersendiri.

Salah satu strategi yang banyak dilakukan adalah tetap tinggal bersama orang tua lebih lama untuk menghemat biaya. Selain itu, pekerjaan sampingan atau side hustle juga menjadi pilihan untuk menambah pemasukan.

img_title Saat Gen Z Mulai Melirik Pekerjaan Kuno, 12 Profesi Jadul Ini Kembali Populer di 2026

Menunda membeli rumah, mengurangi pengeluaran, dan mencari beberapa sumber pendapatan bukan selalu berarti Gen Z tidak ingin mandiri. Bagi sebagian dari mereka, keputusan tersebut justru merupakan bentuk adaptasi terhadap kondisi ekonomi yang dihadapi.

Setiap Generasi Punya Cara Bertahan Sendiri

Perbedaan cara menghadapi kesulitan finansial tidak bisa dilepaskan dari pengalaman ekonomi masing-masing generasi. Boomer cenderung mengandalkan tabungan, Gen X menghadapi masalah secara pragmatis, milenial memilih menunda sejumlah pencapaian, sementara Gen Z berusaha bertahan dengan mengurangi biaya dan mencari penghasilan tambahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, membandingkan kebiasaan finansial antar-generasi secara sederhana mungkin tidak sepenuhnya adil. Kondisi ekonomi saat seseorang tumbuh dan memulai kehidupan dewasa turut menentukan strategi mereka dalam mengelola uang.

Pada akhirnya, setiap generasi memiliki cara sendiri untuk bertahan. Yang membedakan bukan sekadar kebiasaan menghabiskan uang, tetapi pengalaman dan tantangan ekonomi yang membentuk mereka.

Indodax.

Keseimbangan Regulasi dan Inovasi Berkelanjutan Bisa Dongkrak Perkembangan Aset Kripto

Industri kripto dinilai telah memasuki fase baru ketika semakin banyak institusi keuangan tradisional mulai terkoneksi dengan aset digital dan teknologi blockchain.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut