Diburu Pasar karena Inovasi
- Smith School of Business - Queen's University
VIVA – Di era ekonomi modern, nilai sebuah perusahaan semakin ditentukan oleh kekuatan ekuitas merek yang berperan penting dalam membangun keunggulan kompetitif serta meningkatkan kepercayaan investor dan pasar secara keseluruhan.
Valuasi merek menjadi dasar strategis bagi korporasi dalam mengambil keputusan bisnis penting, termasuk proses merger dan akuisisi, negosiasi lisensi, pembentukan joint venture, hingga penyusunan roadmap pengembangan produk.
Penghitungan nilai merek umumnya mengacu pada lima pendekatan utama, yaitu Replacement Cost Method, Market-Based Approach, Price Premium Method, Income Split Method, dan Royalty Relief Method.
Penguatan merek secara berkelanjutan seperti yang dilakukan PT Niko Elektronik diharapkan mampu menciptakan nilai bisnis yang solid yang dibuktikan dengan mencatat pertumbuhan penjualan yang positif pada semester pertama (half year) tahun fiskal 2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal ini didorong oleh tingginya permintaan pasar terhadap lini produk komoditas unggulannya, kompor gas kaca (glass gas stove).
Direktur Pemasaran Niko Elektronik Indonesia, Tjandra Lianto, menjelaskan peningkatan volume penjualan yang stabil menunjukkan penerimaan positif konsumen terhadap inovasi kompor gas kaca yang ditawarkan pabrikan elektronik lokal tersebut.
Menurutnya, tren pertumbuhan penjualan serta pengakuan publik secara berkala membuktikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk kompor gas kaca Niko yang terus menguat.
Tjandra menuturkan respon positif pasar ini menjadi pemicu utama bagi pimpinan dan manajemen perusahaan untuk meningkatkan standar kualitas produksi serta memperluas jangkauan layanan purna jual secara konsisten ke depan.
"Keberhasilan mempertahankan pertumbuhan penjualan, menjadi indikator kuat daya saing produk di tengah pergeseran preferensi masyarakat yang semakin memprioritaskan faktor estetika, keamanan, dan ketahanan perangkat rumah tangga," ungkap dia.
Guna menopang laju pertumbuhan penjualan dan menjaga kepuasan pelanggan di seluruh daerah, Niko Elektronik Indonesia memperkuat infrastruktur purna jual secara masif.
Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan jaringan pusat servis yang tersebar di 32 titik di Indonesia, yang mencakup fasilitas Service Center resmi, Authorized Service Center, hingga Drop Point purna jual.
“Keberadaan titik servis yang tersebar luas membantu mempercepat penanganan garansi, perbaikan teknis, serta ketersediaan suku cadang resmi bagi para pengguna kompor gas kaca Niko di berbagai kota,” jelas Tjandra.